Menurut Sutrisno (2010), faktor-faktor yang mempengaruhi
pengembangan karir seorang karyawan adalah:
- Sikap pimpinan, rekan kerja atau bawahan
Seorang karyawan yang berprestasi dalam bekerja, namun tidak disukai oleh
pimpinan maupun rekan kerja, maka karyawan yang demikian tidak akan
mendapat dukungan untuk meraih karir yang lebih baik. Seorang karyawan
yang ingin karirnya berjalan dengan baik, maka karyawan tersebut harus
menjaga hubungan baik kepada semua orang yang ada di dalam perusahaan
tersebut, baik terhadap pimpinan maupun teman sekerja. Seorang karyawan
yang ingin meniti karirnya dengan baik, maka selain membenahi diri dengan
meningkatkan prestasi, juga perlu mem-backup diri dengan tingkah laku
atau moral yang baik. - Pengalaman
Pengalaman dalam konteks ini berkaitan tingkat golongan (senioritas)
seorang karyawan, walaupun hal ini masih diperdebatkan. Apakah seorang
karyawan yang berprestasi atau sudah senior itu sudah pasti mampu
memberikan kontribusi yang lebih besar daripada para junior? Promosi
jabatan bagi para senior sebaiknya bukan hanya mempertimbangkan
pengalaman saja tetapi juga pada kemampuan dan ahlinya. - Pendidikan
Faktor pendidikan biasanya menjadi syarat untuk duduk sebuah jabatan.
Faktor pendidikan mempengaruhi kemulusan karir seseorang. Orang yang
berpendidikan lebih tinggi akan memiliki pemikiran yang lebih baik,
walaupun pada kenyataanya ditemukan fenomena sebaliknya, yang tentunya
hal ini disebabkan adanya kesalahan dalam proses pembelajaran dan
penilaian. - Prestasi
Prestasi dapat saja terjadi dari akumulasi pengalaman, pendidikan dan
lingkungan kerja yang baik. Pengaruhh prestasi dalam menentukan jenjang
karir akan sangat jelas terlihat standarr untuk menduduki jabatan tertentu
dominan berdasarkan prestasi. - Faktor Nasib
Faktor nasib jugaa turut menentukan walaupun porsinya kecil, bahkan para
ahli mengatakan faktor nasib berpengaruh terhadap keberhasilann hanya 10%
saja. Upaya untuk meraih karir yang lebih baik adalah dengan bekerja keras
dan berdoa (ora et labora)
