Indikator Pengembangan Karir


Menurut Siagian (2015), indikator pengembangan karir adalah:

  1. Prestasi Kerja
    Prestasi kerja yang memuaskan. Pangkal tolak pengembangan karir
    seseorang adalah prestasi kerjanya melakukan tugas yang dipercayakan
    kepadaya sekarang. Tanpa prestasi kerja yang memuaskan, sukar bagi
    seorang pekerja untuk diusulkan oleh atasannya agar dipertimbangkan untuk
    dipromosikan ke pekerjaan atau jabatan yang lebih tinggi di masa depan.
    Padahal tanpa usul atasan langsung, bagian kepegawaian akan tidak
    memiliki bahan yang cukup untuk memproyeksikan suatu bentuk promosi
    bagi pekerja yang bersangkutan. Oleh karena itu agar terbuka kemungkinan
    bagi seseorang untuk mewujudkan rencana dan tujuan karirnya, prestasi
    kerjanya haruslah sedemikian rupa sehingga bukan, hanya memenuhi
    berbagai standar yang telah ditentukan, akan tetapi sedapat mungkin dapat
    digunakan bahwa seseorang sudah berusaha semaksimal mungkin dan
    bahwa usaha tersebut sekaligus merupakan indikator bahwa pegawai yang
    bersangkutan memiliki potensi yang dapat dikembangkan dalam rangka
    mempersiapkannya memikul tugas dan tanggung jawab yang lebih besar di
    masa depan.
  2. Exposure
    Exposure adalah atau pengenalan oleh pihak lain. Yang dimaksud
    pengenalan disini adalah bahwa berbagai pihak yang berwenang
    memutuskan layak tidaknya seseorang dipromosikan – seperti atasan
    langsung dan pimpinan bagian kepegawaian – mengetahui kemampuan dan
    prestasi kerja pegawai yang ingin merelisasikan rencana karirnya. Bukan
    berarti menonjolkan diri. Sikap yang lebih tepat ialaha merendah dengan
    prestasi kerja yang memuaskan.
  3. Kesetiaan pada organisasi
    Kesetiaan pada organisasi. Per definisi pengembangan karir berarti bahwa
    seorang pegawai ingin terus berkarya dalam organisasi tempatnya bekerja
    untuk jangka waktu yang lama, misalnya, usia pensiun.
  4. Pemanfaatan mentor dan sponsor
    Pengalaman menunjukkan bahwa pengembangan karir seseorang sering
    berlangsung dengan lebih mulus apabila ada orang lain dalam organisasi
    yang dengan berbagai cara dan jalur bersedia memberikan nasihat
    kepadanya dalam meniti karir.
  5. Dukungan manajemen
    Bagi mereka yang sudah menduduki posisi manajerial tertentu dan
    mempunyai rencana karir yang diwujudkannya, dukungan manajemen pun
    sangat membantu.
  6. Pemanfaatan kesempatan untuk bertumbuh
    Berbagai kesempatan untuk tumbuh, seperti keikutsertaan dalam program
    pelatihan, melanjutkan pendidikan di luar jam kerja atau beusaha supaya
    dialihtugaskan, apabila secara sukarela dimanfaatkan akan beakibat secara
    positif bukan hanya berupa keuntungan untuk diri sendiri tetapi juga utuk
    organisasi.
  7. Berhenti atas permintaan dan kemauan sendiri
    Dalam banyak hal, berhenti atas kemauan sendiri mungkin pula merupakan
    salah satu cara tebaik untuk mewujudkan rencana karir seseorang. Artinya,
    bukanlah hal yang mustahil bahwa dalam suatu organisasi – seperti dalam
    organisasi yang kecil – jenjang karir yang mungkin dilalui menjadi sangat
    tebatas betapapun besarnya keinginan organisasi untuk membantu para
    pegawainya mengembangkan karirnya dalam organisasi