Menurut Triguno dalam Ruliyansa (2018 : 83) Budaya kerja merupakan
hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan perusahaan atau organisasi dalam
membangun prestasi dan produktivitas kerja para pegawai sehingga
mengarahkan perusahaan kepada keberhasilan yang dilakukan dengan kesadaran
masing-masing individu, sedangkan kesadaran adalah merupakan sikap
seseorang yang secara sukarela mentaati semua peraturan dan sadar akan tugas
dan tanggung jawabnya.
Budaya kerja adalah Cara kerja sehari-hari yang bermutu dan selalu
mendasari nilai-nilai yang penuh makna, sehingga menjadi motivasi, memberi
inspirasi, untuk senantiasa bekerja lebih baik, dan memuaskan bagi masyarakat
yang dilayani (Ruliyansa, 2018 : 83) .
Sedangkan menurut Sulaksono, (2010 ) budaya kerja adalah “ The way
we are doing here” artinya sikap dan perilaku pegawai dalam melaksanakan
tugas.
Selanjutnya Robbins (2015:721) budaya kerja mengarah kepada kesatuan
sistem makna bersama yang dianut oleh anggota organisasi yang membedakan
organisasi itu dengan organisasi yang lain. Budaya kerja adalah perwujudan dari
kehidupan yang dijumpai di tempat kerja. Secara lebih khusus, budaya kerja
merupakan suatu sistem makna yang terkait dengan kerja, pekerjaan dan interaksi
kerja yang disepakati bersama dan digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya kerja yang terdapat dalam suatu organisasi adalah tempat mengasah
anggota organisasi berkarya di organisasi tersebut. Kualitas dari karakter budaya
kerja inilah yang akan membentuk besar kecilnya kemauan, hasrat, dan gairah
anggota organisasi untuk memunculkan dan memanfaatkan potensi insani mereka
untuk dikontribusikan pada proses penciptaan kinerja organisasi (Hartanto, 2009).
Menurut Moeljono (2005: 90) budaya mempunyai suatu dampak yang
sangat kuat dan semakin besar pada prestasi kerja organisasi, yaitu:
- Budaya korporat dapat mempunyai dampak signifikan pada prestasi kerja
ekonomi organisasi dalam jangka panjang; - Budaya korporat bahkan mungkin merupakan faktor yang lebih penting dalam
menentukan sukses atau kegagalan suatu organisasi dalam masa mendatang; - Budaya korporat yang menghambat prestasi keuangan yang kokoh dalam
jangka panjang adalah tidak jarang, dan budaya itu berkembang dengan
mudah, bahkan dalam organisasi yang penuh dengan orang yang bijaksana
dan pandai; - Walaupun sulit diubah, budaya korporat dapat dibuat untuk lebih
meningkatkan prestasi.
