Menurut Al-Haroon & Al-Qahtani (2020) Kepuasan kerja adalah seberapa
besar seseorang merasa kebutuhan dan harapannya terpenuhi selama bekerja. Hal
ini sangat berkaitan dengan bagaimana suasana kerja dirasakan, seberapa baik
hubungan dengan rekan kerja dan atasan terjalin, serta sejauh mana individu merasa
dirinya berkembang dan berhasil dalam pekerjaannya. Menurut Katebi et al. (2022)
Kepuasan kerja merupakan ikatan emosional dan psikologis yang terjalin antara
individu dan pekerjaannya. Hubungan ini bukan sekadar perasaan senang bekerja,
tetapi juga menjadi salah satu pendorong utama yang memengaruhi semangat,
produktivitas, dan kualitas kinerja seseorang dalam lingkungan kerja. Quesada-
Puga et al. (2024) Kepuasan kerja dapat dipahami sebagai perasaan bahagia dan
positif yang muncul ketika seseorang memandang pekerjaannya sebagai hal yang
bernilai, memberikan manfaat, serta sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan hidupnya.
Ketika merasa pekerjaannya memberi arti dan kontribusi nyata, maka kepuasan
kerja pun cenderung meningkat secara alami.
Kemudian menurut Negri et al. (2022) Kepuasan kerja adalah tingkat di
mana seseorang merasakan bahwa pekerjaannya memiliki makna dan selaras
dengan nilai-nilai serta keyakinan pribadinya. Perasaan puas ini sering kali disertai
dengan rasa senang dan keterlibatan emosional dalam menjalankan tugas sehari-
hari, karena memiliki persepsi atau pandangan bahwa peran dan tugas yang
dilakukan mengandung nilai yang penting dan layak untuk terus dijalankan.
Sedangkan menurut Nguyen & Stinglhamber (2021) Tingkat kepuasan kerja
seseorang merupakan fungsi dari kesan mereka terhadap lingkungan kerja mereka,
sejauh mana pekerjaan mereka sejalan dengan nilai-nilai pribadi mereka, dan
perlakuan serta penghargaan perusahaan terhadap mereka sebagai karyawan.
Ketika semua aspek ini dirasakan positif, maka individu cenderung mengalami
peningkatan kepuasan kerja serta keterikatan emosional yang lebih kuat terhadap
peran yang dijalankannya. Dapat disimpulkan bahwa definisi dari Kepuasan Kerja
adalah seberapa besar seseorang merasa kebutuhan dan harapannya terpenuhi
selama bekerja. Hal ini sangat berkaitan dengan bagaimana suasana kerja dirasakan,
seberapa baik hubungan dengan rekan kerja dan atasan terjalin, serta sejauh mana
individu merasa dirinya berkembang dan berhasil dalam pekerjaannya. Alasan
pengambilan definisi ini karena mampu menyatukan aspek emosional, dan sosial
tentang kepuasan kerja
