Pemilihan indikator Turnover Intention oleh Hajizadeh et al. (2025)
didasarkan pada pendekatan psikologis-kognitif dan afektif, yang menjelaskan
bahwa niat untuk keluar dari pekerjaan tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan
melalui proses pertimbangan mental dan emosional yang terstruktur. Pemilihan
indikator karena dinilai mewakili situasi yang ada saat ini. Adapun indikator
Turnover Intention antara lain:
- Niat untuk meninggalkan pekerjaan.
Indikator ini menunjukkan keinginan karyawan untuk berhenti dari pekerja.
Hal ini merupakan langkah pertama dalam proses pengambilan keputusan
untuk meninggalkan pekerjaan, yang sering kali dipicu oleh perasaan tidak
puas atau frustrasi terhadap pekerjaan. - Kecendrungan berhenti dalam waktu dekat
Indikator ini menunjukkan seberapa besar kemungkinan seorang karyawan
akan mengambil langkah konkret untuk keluar dari pekerjaan dalam waktu
yang tidak terlalu lama. Keadaan ini dikarenakan ketidakpuasan yang sudah
cukup mendalam atau kondisi kerja yang semakin tidak mendukung. - Kurangnya komitmen organisai
Tingkat keterikatan atau loyalitas seorang karyawan terhadap organisasi
tempat mereka bekerja. Ketika komitmen ini rendah, karyawan cenderung
merasa lebih terbuka untuk mencari peluang lain di luar organisasi, yang
akhirnya meningkatkan niat mereka untuk berhenti
