Employee engagement merupakan sebuah konsep pengembangan dari
teknik manajemen lama seperti Organizational Citizenship Behavior (OCB)
(Markos dan Sridevi :2010). Konsep ini dikenalkan pertama kali oleh Khan (1990)
yang mendifinisikan sebagai upaya dari anggota organisasi untuk mengikatkan diri
mereka dengan perannya di pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini orang akan
melibatkan dan mengekspresikan dirinya secara fisik, kognitif, dan emosional.
Employee engagement atau rasa mengikat diri terhadap pekerjaan atau
organisasinya adalah hal yang sangat penting bagi organisasi dan menjadi faktor
penentu dibalik tinggi rendahnya kinerja bisnis suatu perusahaan yang merupakan
salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dari talenta-talenta pada
organisasi (Baumruk:2006).
Development Dimention International (DDI:2005) mendefinisikan
employee engagement sebagai sejauh mana orang menikmati dan percaya dengan
apa yang mereka lakukan dan merasa dihargai untuk apa yang mereka lakukan.
Namun DDI juga mendefinisikan lain mengenai employee engagement, yaitu :
- Sejauh mana karyawan berkomitmen untuk sesuatu atau seseorang dalam
organisasi, dan berapa lama mereka akan tetap tinggal dari hasil komitmen
mereka. - Karyawan yang loyal akan tetap melakukan pekerjaan melampaui tugas yang
diberikan untuk memajukan kepentingan perusahan mereka. - Employee engagement adalah dimana individu-individu secara emosional dan
intelektual berkomitmen untuk organisasi seperti say, stay, dan strive - Sejauh mana karyawan berusaha atau kesediaan karyawan untuk mengorbankan
lebih untuk perusahaan seperti brain power, extra time, dan juga energi.
Menurut Schiemann (2011), engagement merupakan kontributor penting
dalam upaya mempertahankan karyawan, kinerja karyawan, dan kepuasan
pelanggan. Ketika karyawan sudah merasa terikat, maka karyawan akan berusaha
lebih untuk mewujudkan tujuan perusahaan dan salah satu bentuk tertinggi dari
21
employee engagement adalah berupa kerelaan karyawan untuk melakukan advokasi
atas nama perusahaan yaitu kerelaan untuk mempromosikan perusahaan sebagai
tempat bekerja, membeli, bahkan berinvestasi. Para karyawan yang memiliki
tingkat employee engagement akan ikut berkontribusi lebih di dalam pekerjaan
melebihi apa yang seharusnya mereka kerjakan (Jeske et.al:2017)
Gallup (2004) menyebutkan bahwa karyawan yang terikat atau employee
engagement sebagai orang-orang yang bekerja dengan penuh gairah dan merasakan
hubungan yang mendalam dengan perusahaan. Begitu pula dengan Macey dan
Schnieder (2008) yang mengatakan rasa employee engagement meliputi rasa
antusiasme atau gairah dan komitmen yang membuat seseorang mampu
menginvestasikan dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sehingga
dapat mendorong kesuksesan perusahaan. Hal ini sama dengan apa yang di
ungkapkan oleh Robin dan Judge (2010) yang mendefinisikan bahwa employee
engagement sebagai keterlibatan individu dengan kepuasan dan antusias atas
pekerjaan yang mereka lakukan.
Sedangkan Jeske et.al (2017) menyimpulkan bahwa emoloyee engagement
memiliki beberapa tingkatan, yaitu individu, pekerjaan, dan organisasi.
Dalam tingkatan yang paling rendah, keterlibatan karyawan mencerminkan
sejauh mana karyawan dapat mengekspresikan diri dan memilih cara
menyelesaikan pekerjaan mereka (Kahn:1990). Kemudian employee engagement
mencerminkan keterlibatan dan kepuasan pada pekerjaan, khususnya pekerjaan
yang mereka selesaikan (Harter et al:2002). Perasaan bermakna, keamanan, dan
ketersediaan merupakan hal penting untuk mengerti mengapa seseorang akan
terlibat pada pekerjaannya (Kahn:1990).
Jeske et.al (2017) menjelaskan employee engagement menggambarkan
keterikatan dengan pekerjaan, sehingga keterikatan tidak hanya dilihat dari
pengalaman karyawan tetapi dilihat kaitannya dengan pekerjaan yang dimiliki oleh
individu dan pada akhirnya pada tingkat organisasi engagement dapat ditafsirkan
dalam kaitannya dengan keterlibatan karyawan dalam urusan dan prioritas dalam
organisasi.
Walaupun banyak pendapat mengenai employee engagement, berdasarkan
uraian yang telah dipapatkan pada dasarnya employee engagement merupakan hasil
dari emosional positif karyawan yang membuat karyawan memiliki rasa
antusiasme dalam bekerja dan meningkatkan rasa keinginan untuk berkontribusi
lebih dalam upaya memajukan organisasi perusahaan.
