Meenakshi et.al (2013) menjelaskan bagaimana strategi untuk
meningkatkan worklife balance dan apa yang harus dilakukan oleh organisasi dan
karyawan, yaitu:
Organisasi
- Memfasilitasi program pelatihan untuk meningkatkan skill supervisor untuk
memanajemen masalah worklife balance. Program ini termasuk memberikan
informasi mengenai keuntungan worklife balance dan kerja yang fleksibel,
melakukan manajemen terhadap performa dan output karyawan yang memiliki
pekerjaan fleksibel, membangun kepercaraan antara karyawan dan manajer, dan
komunikasi yang baik antara karyawan dan manajer. - Menyediakan pelatihan utnuk para manajer untuk merespon permintaan untuk
pekerjaan yang fleksibel. - Memiliki kebijakan dan prosedur yang terdefinisi dengan jelas untuk mengatur
pekerjaan yang fleksibel - Melakukan komunikasi dan berbagi pengalaman dan kisah sukses dalam
organisasi untuk meningkatkan kepercayaan karyawan dan menumbuhkan
sikap proaktif dalam mengelola worklife balance karyawan.
Karyawan
a. Dalam aspek pekerjaan - Menetapkan prioritas pekerjaan dan kehidupan pribadi agar dapat
memanajemen waktu dengan baik. - Segera menyelesaikan pekerjaan agar pekerjaan tidak menumpuk dan
tidak menjadi beban yang berat untuk masa depan. - Mengorganisir pekerjaan dengan baik.
- Tenang dalam menyelesaikan masalah agar mendapatkan solusi yang
baik. - Berhubungan baik dengan rekan kerja.
b. Dalam kehidupan - Memberi waktu untuk diri dan minat untuk memberikan penyegaran
terhadap fisik dan mental. - Karyawan yang bekerja di luar ruangan sebaiknya melakukan aktivitas
di dalam ruangan seperti membaca buku atau permainan di dalam
ruangan. - Melakukan aktifitas olahraga ringan seperti jalan pagi atau sore hari.
- Memberikan waktu kepada keluarga dan teman serta bergabung
kedalam komunitas. - Melakukan beberapa kegiatan dengan keluarga
- Meningkatkan spiritualitas diri
