Seseorang yang memiliki rasa employee engagement akan merasa loyal dan
peduli dengan masa depan organisasi dan akan melakukan usaha yang lebih untuk
mencapai usahanya tersebut (Schiemann:2011). Employee engagement dapat
dicirikan oleh kehadiran karyawan di tempat kerja, penuh dengan rasa tanggung
jawab, hubungan antara pimpinan dengan karyawan dan konsentrasi pimpinan
kepada karyawan fokus untuk meningkatkan performa organisasi (Kazimoto:2016).
Menurut Finney (2010) karyawan yang memiliki rasa engagement memiliki ciriciri sebagai berikut :
- Karyawan yang memiliki keterikatan mempercayai misi organisasi mereka
- Menyenangi pekerjaan mereka dan memahami kontribusi pekerjaan mereka
pada tujuan yang lebih besar. - Tidak memerlukan pendisiplinan, mereka hanya memerlukan kejelasan,
komunikasi, dan konsistensi. - Selalu meningkatkan kebenaran keterampilan mereka dengan sikap positif,
focus, keinginan, antusiasme, kreativitas, dan daya tahan. - Dapat dipercaya dan mempercayai karyawan lain, menghormati manajer, dan
mengetahui bahwa manajer juga menghormati mereka. - Selalu memberikan ide-ide baru dan hebat kepada perusahaan dan selalu
memberikan usaha terbaik.
Sedangkan Gallup (2004) dalam penelitiannya mengelompokan karyawan
menjadi tiga bagian : - Engaged
Karyawan yang terikat adalah seoarang pembangun (builder). Mereka selalu
menunjukan kinerja dengan level yang tinggi. Karyawan ini akan bersedia
menggunakan bakat kekuatan mereka dalam bekerja setiap hari serta selalu
bekerja dengan gairah dan selalu mengembangkan inovasi agar perusahaan
berkembang. - Not Engaged
Karyawan dalam tipe ini cenderung fokus terhadap tugas dibandingkan untuk
mencapai tujuan dari pekerjaan itu. Mereka selalu menunggu perintah dan
cenderung merasa kontribusi mereka diabaikan. - Actively Disangaged
Karyawan tipe ini adalah penunggu gua “cave dweller”. Mereka semua
konsisten dalam menunjukan perlawanan pada semua aspek. Mereka hanya
melihat sisi negatif pada berbagai kesempatan dan setiap harinya. Tipe ini
melemahkan apa yang dilakukan oleh pekerja yang terikat.
Pada penelitian yang lain, Robinson (2004) menjelaskan ciri-ciri karyawan
yang sudah memiliki rasa employee engagement, yaitu : - Adanya rasa kepercayaan terhadap organisasi
- Adanya keinginan bekerja untuk membuat hal-hal yang lebih baik
- Memahami konteks bisnis dan gambaran yang lebih besar
- Menghormati dan membantu rekan kerja
- Kesediaan untuk bekerja ekstra dan dapat diandalkan
- Tetap mengikuti informasi perkembangan yang terjadi pada organisasi.
Employee engagement memberikan motivasi yang baik untuk para
karyawan kepada pekerjaan yang mereka lakukan dan meningkatkan komitmen
kepada perusahaan. Namun hasil penelitian mengidentifikasi bahwa karyawan yang
tidak terikat (disengaged) akan bersikap skeptis dan tidak adanya sikap inisiatif
pada organisasi atau komunikasi bahkan akan bergerak kearah yang lebih negatif
dan bisa mempengaruhi karyawan yang lain (Markos dan Sridevi:2008)
