Definisi Retensi Karyawan


Mathis & Jackson (2006) mendefenisikan retensi karyawan merupakan
upaya untuk mempertahankan karyawan di dalam organisasi. Retensi karyawan
mengacu pada berbagai kebijakan dan praktik yang mengarahkkan karyawan agar
bertahan di perusahaan untuk jangka waktu yang lebih lama. Jika retensi
karyawan dapat dijalankan dengan baik oleh perusahaan, maka pekerjaan yang
dilakukan karyawan akan maksimal dan tujuan dari perusahaan dapat dicapai.
Retensi karyawan membantu mengurangi pemborosan dalam hal waktu, tenaga
dan uang yang dihabiskan dalam mempekerjakan dan melatih karyawan baru.
Mencegah keluarnya karyawan yang memiliki keahlian dari organisasi merupakan
tujuan utama dari retensi karyawan.
Menurut Carsen (2005) retensi karyawan adalah suatu cara yang dipakai
olah manajemen untuk mempertahankan karyawan yang kompeten agar tetap
bertahan dalam perusahaan dengan jangka waktu tertentu. Jika ingin
memaksimalkan retensi, seharusnya perusahaan harus memaksimalkan jumlah
karyawan yang tetap dalam perusahaan karena memang karyawan tersebut ingin
tetap dalam perusahaan, bukan karena paksaan dari perusahaan. Retensi juga
melibatkan meminimalisasi karyawan yang berkinerja rendah untuk
meningkatkan ruang lapang dan sumber daya lebih bagi karyawan yang berkinerja
baik.
Menurut Ragupathi (2014) retensi karyawan adalah proses dimana
karyawan didorong untuk tetap berada dalam suatu organisasi sampai proyeknya
selesai atau dalam periode maksimum. Apabila program retensi memiliki kualitas
yang baik dalam memperhatikan pendekatan yang efektif untuk memotivasi
karyawan melalui pendekatan penghargaan yang inovatif, maka akan mendorong
gairah dan semangat kerja karyawan, meningkatkan moral serta meningkatkan
produktivitas kerja karyawan, mempertahankan retensi dan kestabilan karyawan
perusahaan, meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat absensi dari
karyawan, mengefektifkan pengadaan karyawan, menciptakan suasana dan
hubungan kerja yang baik, meningkatkan kreativitas, dan partisipasi karyawan
dalam kegiatan (Hasibuan, 2014).
Ahlrichs (2000) mendifinisikan retensi karyawan adalah kemampuan
perusahaan untuk mempertahankan karyawan potensial yang dimiliki perusahaan
untuk tetap loyal terhadap perusahaan Jika retensi karyawan dapat dilaksanakan
dengan baik oleh perusahaan maka pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan akan
efektif dan efisien, sehingga perlu langkah antisipasi agar perusahaan dapat
mempertahankan aset sumber daya manusianya.
Heathfield, (2008) mendefinisikan retensi karyawan sebagai segala
sesuatu yang dilakukan pemberi kerja untuk mendorong karyawan yang
memenuhi syarat dan produktif untuk terus bekerja untuk organisasi. Jadi, sangat
penting bagi perusahaan agar tidak kehilangan karyawan, yang dapat
mengakibatkan kerugian dalam pekerjaan perushaan. Oleh karena itu, perusahaan
dituntut untuk memperhatikan segala sesuatu yang berhubungan dengan hak
karyawan