Menurut Organ et al (dalam Titisari, 2014:15), berpendapat bahwa ada
beberapa faktor yang mempengaruhi OCB ada faktor internal dan faktor
eksternal adalah:
a. Faktor internal yang berasal dari diri karyawan sendiri, antara lain adalah:
1) Kepuasan kerja
2) Komitmen
3) Kepribadian /moral karyawan
4) Motivasi
b. Faktor eksternal yang berasal dari luar diri karyawan antara lain:
1) Gaya kepemimpinan
2) Kepercayaan pada pemimpin
3) Budaya organisasi
Menurut Wirawan (dalam Hermanto & Srimulyani, 2021: 71), faktor-
faktor yang mempengaruhi OCB diantaranya antara lain kepribadian, budaya
organisasi, iklim organisasi, kepuasan kerja, komitmen organisasi,
kepemimpinan transformasional & servant leadership, tanggungjawab sosial
pegawai, umur pegawai, keterlibatan kerja, kolektivisme serta keadilan
organisasi.
Organ (dalam Darsana & Koerniawati, 2021: 53-54) menyebutkan
beberapa faktor OCB diantaranya:
a. Pertama, budaya & iklim organisasi, perilaku OCB muncul ketika individu
merasakan kepuasan atas pekerjaannya, mendapatkan dukungan dan
dipercayai dalam organisasi.
b. Kedua, kepribadian & suasana hati, individu akan cenderung menolong
secara sukarela ketika individu dalam keadaan yang positif.
c. Ketiga, persepsi dari dukungan organisasi, artinya setiap perilaku individu
mendapatkan dukungan dari organisasi maka akan memunculkan perilaku
OCB.
d. Keempat, adanya interaksi atasan dan bawahan, kualitas interaksi atasan
dengan bawahan yang baik akan memunculkan kinerja yang bagus,
produktivitas meningkat dan merasakan kepuasan kerja.
e. Kelima, lama bekerja, ketika individu telah bekerja dalam organisasi cukup
lama hal ini diyakini dapat memunculkan perilaku OCB.
f. Keenam adalah gender, beberapa penelitian mengatakan bahwa perempuan
akan lebih sering memunculkan perilaku menolong, serta dapat bekerja
sama dengan baik dibandingkan dengan laki-lak
