Aspek-Aspek Kepuasan Kerja


Luthans (dalam Mendrofa et al, 2021: 197) memaparkan kepuasan kerja
meliputi enam aspek yaitu:
a. Pekerjaan itu sendiri, kepuasan muncul atas dasar karakteristik dari
pekerjaan seperti pekerjaan dianggap menarik bagi individu, selain itu
pekerjaan memberikan kesempatan individu untuk berkembang.
b. Gaji, dipandang sebagai refleksi organisasi dalam menghargai usaha
individu. Atas gaji yang diterima akan dapat memenuhi kebutuhan dasar
tiaptiap individu sehingga dapat memunculkan kepuasan kerjanya.
c. Promosi, kepuasan kerja muncul atas dasar adanya promosi atau kenaikan
jabatan dalam organisasi. Kesempatan akan dipromosi ini merupakan salah
satu cara organisasi untuk menghargai para sumber daya manusianya.
d. Pengawasan, kepuasan muncul atas dasar gaya dari pemimpin organisasi
seperti pengawasannya berupa menunjukkan perhatian dengan para
pegawainya, memberikan kesempatan pegawai dalam mengambil keputusan
dan menjalin keakraban.
e. Rekan kerja, kepuasan muncul atas dasar pengaruh dari rekan kerja, adanya
tim yang saling support, kooperatif, saling memberikan kenyamanan, saling
tolong menolong serta hal-hal positif lainnya.
Menurut Mount & Bartlett (dalam Andriani et al, 2021: 47), kepuasan
kerja meliputi lima aspek yaitu:
a. Sifat pekerjaan.
b. Kualitas pimpinan, keahlian pimpinan dalam memberikan dukungan
operasional serta sosial.
c. Relasi antar karyawan, harmonis dan berkomunikasi dengan baik.
d. Kesempatan mendapatkan promosi.
e. Upah, ekualitas dan keadilan menyeluruh.
Menurut Ivancevich et al (dalam Andriani et al, 2021: 48-49), aspek-
aspek kepuasan kerja yaitu:
a. Bekerja sendiri, tugas pekerjaan yang menarik.
b. Gaji, pembayaran yang diperoleh.
c. Promosi, peluang bergerak maju.
d. Rekan kerja, seberapa banyak teman yang nyaman.
e. Pengawasan, kecakapan operasional dan kapabilitas individu dari manajer
pada karyawan.
f. Kondisi kerja, lingkungan kerja yang kondusif.
g. Keamanan, mempunyai posisi yang aman