Promosi


Philip Kotler (2014;20) mengemukakan promosi sebagai berikut: “Promosi
adalah kegiatan yang menunjuk kepada berbagai aktivitas yang dilakukan oleh
perusahaan untuk mengkomunikasikan kebaikan produknya dan membujuk
beberapa para konsumen sasaran untuk membeli”. Promosi memberitahukan
pembeli atas produk dan jasa yang bersangkutan di pasar, serta meyakinkan
mereka bahwa barang atau jasa tersebut dapat memberikan kepuasan kepada
konsumen sesuai dengan yang mereka inginkan. Karena itu promosi mempunyai
peranan penting dalam manajemen pemasaran guna meningkatkan hasil
penjualan karena tanpa adanya promosi sangatlah sulit untuk dapat meyakinkan
pembeli (Sendianto 2016).
Menurut Sigit (2002: 53) dalam (Farih, Jauhari, dan Widodo 2019) promosi
adalah setiap bentuk komunikasi yang digunakan oleh perusahaan (pemasar)
untuk memberi tahu (informasi), membujuk, atau mengingatkan orang mengenai
produk, jasa, bayangan (image), gagasan (idea) atau keterlibatan perusahaan dan
masyarakat dengan maksud agar orang dapat menerimanya dan melakukan
perbuatan sebagaimana seperti keinginan perusahaan (pemasar). Strategi
promosi menurut Kotler dan Armstrong (2008:74) adalah kreativitas
mengkomunikasikan keunggulan produk serta membujuk pasar sasaran. Dalam
sektor pariwisata strategi promosi ini penting dilakukan karena sektor pariwisata
merupakan industri yang kompetitif. Dalam industri pariwisata yang berkembang
pesat, persaingan menjadi semakin tinggi, sehingga strategi promosi destinasi
wisata semakin penting peranannya.
Menurut Unonongo, Warouw, dan Tulung (2015) menjelaskan bahwa
promosi berfungsi untuk mendapatkan perhatian calon pembeli, maksudnya
perhatian dari calon pembeli harus di peroleh, karena merukapakan titik awal
proses pengambilan keputusan didalam membeli suatu barang atau
menggunakan suatu jasa. Selain itu, menciptakan dan menumbuhkan interest
pada diri calon pembeli. Perhatian yang sudah diberikan oleh seseorang mungkin
akan dilanjutkan pada tahap berikutnya atau berhenti. Maksud dari pernyataan
tahap berikut ini adalah timbulnya rasa tertarik dan rasa tertarik ini yang menjadi
fungsi utama dari kegiatan promosi.
Menurut Listyawati, Manajemen, dan Ypk (2016) Tujuan utama dari promosi
adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk, serta mengingantkan
pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Secara rinci
ketiga tujuan promosi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut (Tjiptono, 1996):
a. Menginformasikan
Menginformasikan pasar mengenaik produk baru, memperkenalkan cara
pemakaian yang baru dari produk, menyampaikan perubahan harga kepada
pasar, menjelaskan cara kerja produk, menginformasikan jasa-jasa yang
disediakan, meluruskan kesan yang salah, mengurangi ketakutan atau
kekhawatiran pembeli, membangun citra perusahaan.
b. Membujuk pelanggan sasaran
Membentuk pilihan merek, mengalihkan pilihan ke merek lain, mengubah
persepsi pelanggan terhadap atribut produk, mendorong pembeli untuk
belanja saat itu juga, mendorong pembeli untuk menerima kunjungan
salesman.
c. Mengingatkan
Mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan dibutuhkan dalam
waktu dekat, mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk
perusahaan, membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye
iklan, menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh pada produk perusahaan.
Promosi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan
untuk memperkenalkan produk atau jasa kepada konsumen dengan tujuan
membentuk pemahaman, menumbuhkan ketertarikan, serta mendorong terjadinya
perubahan sikap positif terhadap produk tersebut. Melalui promosi yang efektif,
konsumen tidak hanya dikenalkan pada keberadaan produk, tetapi juga diarahkan
untuk memahami manfaat dan keunggulannya. Proses ini secara bertahap
diharapkan dapat membangkitkan minat, menciptakan rasa suka, menumbuhkan
keyakinan terhadap kualitas produk, hingga akhirnya mendorong keputusan
pembelian