Bauran Promosi (Promotion mix)


Menurut Terence A. Shimp, (2003) Bauran promosi merupakan program
komunikasi permasaran total sebuah perusahaan yang terdiri dari iklan, penjualan
pribadi, promosi penjualan, pemasaran langsung dan hubungan masyarakat yang
dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan dan pemasarannya.
Dengan melihat dan mengamati keadaan konsumen di pasaran, maka perusahaan
akan berlomba-lomba untuk mengatur strategi yang efektif dalam hal untuk
memasarkan produk yang dimilikinya. Promosi merupakan salah satu kunci umum
dalam strategi pemasaran secara menyeluruh serta dalam upaya memasarkan
produknya melalui saluran yang terdapat pada pemasaran. Dengan demikian
dalam hal aktivitas pemasaran dapat lebih mudah menjalin komunikasi terhadap
calon konsumen yang menjadi targetnya melalui para perantara guna untuk
memperbesar kemungkinan dalam tahap-tahap penjualan yang di rencanakan
secara optimal dapat mencapai tujuan yang dinginkan.
Demi meraih tujuan yang ingin dicapai, maka perusahaan akan melakukan
berbagai tindakan promosi. Adapun menurut Kotler dan Keller 2013 di jalaskan
bahwa bauran promosi memiliki 5 unsur, yaitu :
a. Periklanan (Advertising)
Iklan adalah setiap bentuk presentasi yang bukan dilakukan orang dan
berupa promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor yang telah ditentukan.
Menurut J. Paul Peter dan Jerry C Olson iklan adalah segala sajian informasi
nonpersonal berbayar perihal produk, merek, perusahaan atau toko. Biasanya
iklan memiliki sponsor yang sudah dikenal. Iklan dimaksudkan untuk memengaruhi
afeksi dan kognisi, konsumen evaluasi, perasaan, pengetahuan, makna,
kepercayaan, sikap dan citra konsumen menyangkut produk dan merek.
Menurut Shimp (2003), periklanan didefinisikan sebagai bentuk komunikasi
yang dibayar dan tidak personal, yang digunakan oleh perusahaan untuk
mempromosikan produk, jasa, atau ide melalui media massa seperti televisi, radio,
majalah, surat kabar, dan internet. Tujuan utama dari periklanan adalah untuk
membangun kesadaran merek, menginformasikan target pasar, membujuk
konsumen untuk mencoba produk, dan mengingatkan mereka akan keberadaan
merek. Periklanan merupakan alat yang efektif untuk menjangkau audiens yang
luas dan membangun citra merek yang kuat, meskipun sifatnya yang satu arah
membuat interaksi dengan konsumen menjadi terbatas.
Dalam kegiatan periklanan ini terdapat dua keputusan penting yang harus
diambil yait menentukan iklan yang harus disampaikan kepada pasar yang dituju
dan memilih media yang paling sesuai (Terence A. Shimp, 2003). Periklanan
memiliki lima fungsi utama yaitu:
1) Memberikan informasi (Informing), iklan membuat konsumen sadar (awere)
akan merek-merek baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat
merek, serta memfasilitasi pencitraan brand image yang pasif.
2) Mempengaruhi atau membujuk (Persuading), periklanan tidak hanya bersifat
memberi tahu saja, tetapi juga bersifat membujuk terutama kepada pembeli
pembeli potensial, dengan menyatakan bahwa suatu produk adalah lebih baik
darinya. Advertising yang efektif akan mampu membujuk pelanggan untuk
mencoba produk dan jasa yang diiklankan.
3) Menciptakan kesan (Image), sebuah iklan akan mempunyai suatu kesan
tertentu tentang apa yang diiklankannya. Dalam hal ini pemasangan iklan
selalu berusaha untuk menciptakan iklan yang sebaik-baiknya, misalnya
dengan menggunakan warna, ilustrasi, bentuk, dan suasana yang menarik.
Terkadang pembelian sebuah barang tidak dilakukan secara rasional atau
memperhatiakn nilai ekonomisnya, tetapi lebih mendorong untuk
mempertahankan atau meningkatkan gengsi, seperti pembelian mobil, toko,
rumah yang megah dan sebagainya.
4) Memberikan nilai tambah (Adding value), terdapat tiga cara mendasar di mana
perusahaan bisa memberi nilai tambah bagi penawaran-penawaran mereka,
yaitu inovasi, penyempurnaan kualitas, atau mengubah persepsi konsumen.
Advertising memberi nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi
persepsi konsumen. Advertising yang efektif menyebabkan merek dipandang
lebih elegan, lebih bergaya, lebih bergengsi, dan lebih bisa unggul dari
tawaran pesaing.
5) Mendampingi (Assisting), upaya-upaya lain dari perusahaan menegani
pemaparan di atas sudah sangat jelas, bahwa keberadaan Advertising
sangatlah penting dalam sebuah perusahaan. Dengan adanya Advertising,
konsumen akan dapat mengidentifikasi kemasan-kemasan produk di toko dan
mengenali nilai produk dengan lebih mudah setelah melihatnya diiklankan di
televisi, koran, majalah, internet, jejaring sosial, kalender, katalog dan
billboard.
b. Promosi penjualan (Sales Promotion)
Promosi penjualan adalah insentif jangka pendek yang dirancang untuk
mendorong tindakan pembelian yang cepat dan langsung. Shimp (2003)
menjelaskan bahwa promosi penjualan mencakup berbagai teknik, seperti kupon,
diskon, sampel produk gratis, kontes, undian, dan program loyalitas. Tujuan dari
promosi penjualan adalah untuk merangsang permintaan secara langsung,
meningkatkan volume penjualan dalam waktu singkat, dan mendorong konsumen
untuk melakukan pembelian secara impulsif.
c. Penjualan Personal (Personal Selling)
Personal selling adalah komunikasi tatap muka antara perwakilan
perusahaan dengan satu atau lebih calon pembeli. Shimp (2003) menekankan
bahwa elemen ini memungkinkan interaksi dua arah yang fleksibel, di mana
penjual dapat langsung menyesuaikan pesan mereka sesuai dengan kebutuhan
dan tanggapan dari pembeli. Keunggulan dari personal selling terletak pada
kemampuannya untuk membangun hubungan jangka panjang, mengatasi
keberatan calon pembeli, dan menutup penjualan secara efektif.
d. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Pemasaran langsung adalah sistem pemasaran interaktif yang
menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan respons atau
transaksi yang terukur di lokasi manapun. Menurut Shimp (2003), pemasaran
langsung mencakup telemarketing, direct mail, email marketing, dan online
marketing. Tujuannya adalah untuk menjangkau pelanggan secara individu dan
membangun hubungan yang lebih personal, sering kali dengan menggunakan
basis data pelanggan untuk personalisasi pesan.
Sistem marketing dimana perusahaan berkomunikasi secara langsung
dengan target customer untuk menghasilkan respon atau transaksi. Respon yang
dihasilkan bisa berupa inquiry, pembelian, atau bahkan dukungan. Pemasaran
langsung meliputi penggunaan surat, telepon, faksimil, e-mail, atau internet, untuk
berkomunikasi langsung atau meminta tanggapan atau berdialog dengan
pelanggan tertentu dan calon pelanggan.
e. Hubungan Masyarakat (Public Relations)
Public relations atau hubungan masyarakat adalah upaya untuk membangun
hubungan yang baik dengan berbagai publik perusahaan (stakeholder) melalui
publisitas yang menguntungkan, membangun citra korporat yang baik, dan
menangani atau meliput berita yang tidak menyenangkan. Shimp (2003)
menyatakan bahwa Public relations memiliki kredibilitas yang tinggi di mata publik
karena pesan yang disampaikan sering kali dianggap sebagai berita yang objektif,
bukan iklan yang berbayar. Kegiatan Public relations bisa mencakup konferensi
pers, rilis berita, sponsor acara, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial.
Hubungan masyarakat melibatkan lebih dari sekedar kegiatan yang
dirancang untuk menjual suatu produk atau jasa dan pada saat yang sama
mempengaruhi keputusan pembelian di antara konsumen. Lebih jauh lagi,
program hubungan masyarakat dapat melibatkan beberapa elemen program
promosi tetapi digunakan dengan cara yang berbeda.
Kadangkala publisitas dapat lebih efektif dari iklan karena konsumen dapat
dikatakan telah siap untuk menerima pesan yang disampaikan. Public relations
adalah bentuk-bentuk komunikasi dan informasi tentang perusahaan, produk, atau
merk pemasar yang tidak membutuhkan pembayaran. Publisitas yaitu suatu
bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu
dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat
ilmiah).

  1. Video Promosi
    Kata video berasal dari kata latin, yang berarti ‘saya lihat’. Video adalah
    teknologi pemprosesan sinyal elektronik yang mewakilkan gambar bergerak.
    Aplikasi umum dari teknologi video adalah televisi. Video juga dapat digunakan
    dalam aplikasi teknik, keilmuan, produksi dan keamanan. Istilah video juga
    digunakan sebagai singkatan videotape, perekam video dan pemutar video. Saat
    ini ada dua kategori video, yaitu video analog dan video digital (Hidayat,
    Wandanaya, dan Fadriansyah 2016). Video sendiri dapat terdiri dari berbagai
    macam jenis, ada video animasi, video dokumenter, video pembelajaran dan
    lainnya. Namun terdapat kendala dalam membuat branding menarik dengan video
    yaitu kemampuan dalam mengambil video (shooting) yang tepat, kemampuan
    memisahkan gambar video dengan suara dari video, kemampuan mengemas
    video yang menarik seperti melakukan editing suara dan gambar, melakukan
    dubbing serta menambahkan teks. Kendala lain yang dihadapi adalah teknik
    membuat alur cerita yang menarik sehingga pesan dari branding dapat mudah
    diterima oleh masyarakat luas (Eka Sari et al. 2021).
    Menurut Terence (2003) Video Promosi adalah bentuk penayangan
    informasi yang bersifat audio visual sehingga menjadi kunci mengenai suatu
    merek atau membagikan informasi kepada pelanggan dan konsumen akhir. Jadi
    dapat disimpulkan bahwa video promosi adalah penyampaian informasi yang
    menarik menggunakan media audio visual dengan cara ini kita bisa memberi
    tahukan membujuk dan mempengaruhi pemustaka untuk mengunjungi
    perpustakaan (Astuti Danisa Puji and Desriyeni 2018). Dalam buku (Cahyadi Dian
    dan Tangsi 2023) menjelaskan bahwa Secara umum, video promosi dapat
    diartikan sebagai sebuah bentuk konten pemasaran yang menggunakan media
    video untuk mempromosikan produk atau layanan kepada konsumen dengan cara
    yang efektif dan menarik. Definisi ini sejalan dengan perkembangan teknologi dan
    tren pemasaran yang semakin canggih dan beragam. Video promosi juga
    merupakan salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang memanfaatkan media
    audio-visual dalam format video. Tujuannya adalah memperkenalkan produk atau
    jasa kepada konsumen secara menarik dan efisien. Umumnya, video promosi
    dibuat menggunakan teknologi produksi video, lalu disebarkan melalui platform
    digital atau media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas. Adapun
    tahapan perencanaan Video promosi, sebagai berikut:
    Menurut Kotler dan Keller (2016, 559), tahapan perencanaan video promosi
    harus dimulai dengan pemahaman yang mendalam tentang produk atau layanan
    yang ditawarkan, target pasar, dan tujuan kampanye pemasaran. Selanjutnya,
    tahapan perencanaan yang perlu dilakukan antara lain pemilihan pesan yang ingin
    disampaikan, pemilihan jenis dan gaya video, serta menentukan budget dan
    jadwal produksi (Cahyadi Dian dan Tangsi 2023).
    a. Pra Produksi
    Tahapan awal sebelum dilaksanakannya produksi video. Tahapan ini
    merupakan tahap yang sangat penting karena tahapan ini semua langkah-langkah
    perencanaan untuk produksi video dilakukan. Dalam tahapan pra produksi ini yang
    harus dilakukan, yaitu:
    1) Menentukan pesan utama atau konsep dalam video yang akan dibuat.
    2) Membuat Storyline yang sesuai dengan metode yang digunakan dan
    menyusun naskah narasi dangan skenario yang jelas dan lengkap.
    3) Membuat ilustrasi visual per adegan untuk memberikan gambaran teknis
    kepada tim produksi (kamera, suara, grafis, dll).
    4) Menentukan lokasi pengambilan gambar dan menentukan jadwal syuting dan
    timeline produksi secara keseluruhan.
    b. Produksi
    Tahap produksi merupakan pelaksanaan dari seluruh perencanaan yang
    telah disusun pada tahap pra-produksi, dimulai setelah naskah dan Storyline siap
    untuk dijadikan bentuk audio visual. Seluruh kru produksi berkumpul untuk
    melakukan persiapan, di mana sutradara mengarahkan jalannya sesuai adegan
    dan alur produksi, kameramen menyiapkan peralatan kamera serta menentukan
    angle pengambilan gambar, penata lighting mengatur pencahayaan sesuai
    32
    kebutuhan visual, dan penata audio menyiapkan perangkat perekam suara agar
    narasi dan dialog terdengar jelas. Seluruh visual dan audio direkam secara optimal
    dengan konsep video promosi.
    c. Pasca produksi
    Tahap pasca produksi merupakan proses akhir dari pembuatan video
    promosi yang berfokus pada pengolahan seluruh hasil rekaman dari tahap
    produksi agar menjadi tayangan yang utuh, menarik, dan sesuai tujuan promosi.
    Pada tahap ini, dilakukan pemilihan (Footage) terbaik untuk disusun sesuai alur
    narasi yang telah dirancang, serta dilakukan penyuntingan video meliputi
    pemotongan gambar, penambahan transisi, efek visual, teks informatif, dan
    identitas brand seperti logo dan warna khas Marlin Frozen Food. Selain itu, audio
    juga disesuaikan dengan memasukkan narasi, musik latar, serta sound effect
    untuk memperkuat suasana dan memperjelas pesan yang ingin disampaikan.
    Setelah semua elemen visual dan audio berhasil digabungkan secara selaras,
    video kemudian dirender ke dalam berbagai format dan durasi yang sesuai, agar
    bisa diunggah dan dibagikan melalui platform Instagram sebagai media utama
    promosi