Kepercayaan telah menjadi hal yang penting di dalam keputusan bisnis yang
melibatkan sebuah ketidakpastian dan juga ketergantungan. Bagi seorang konsumen,
untuk membangun kepercayaan dengan retailers informasi tentang sebuah produk harus
diungkapkan dengan benar (Chinomona & Dubihlela, 2014).
Menurut (Salim et al., 2015) Trust (kepercayaan) didefinisikan sebagai dimensi
dari sebuah hubungan yang menentukan suatu tingkat di manasebuah pihak merasa dapat
mempercayai integritas dari janji yang ditawarkan oleh pihak yang lainnya. Kepercayaan
juga timbul dari pengharapan positif terhadap niat atau perilaku partner dimana
keyakinan bahwa partner akan bertanggung jawab dan tidak akan melukai partnernya
(Soleh et al. 2018).
Menurut Mawey Thalia Claudia et al.(2018) Kepercayaan merupakan kesediaan
pelanggan mempercayai atau mengandalkan merek dalam situasi risiko karena adanya
harapan bahwa merek tersebut memberikan hasil positif. Konsumen yang percaya
terhadap suatu perusahaan berarti telah memiliki keyakinan yang tinggi kepada
perusahaan yang pada akhirnya akan membuat konsumen mempertahankan hubungannya
dan tetap menjalin ikatan emosional yang kuat kepada perusahaan.
Kepercayaan memiliki perasn yang penting dalam pemasaran industri. Dinamika
lingkungan bisnis yang cepat memaksa pemasaran perusahaan untuk mencari cara lebih
kreatif dan fleksibel untuk beradaptasi. Untuk tetap bertahan dalam situasi tersebut,
perusahaan akan mencari cara yang kreatif melalui pembentukan hubungan yang
kolaboratif dengan pelanggan (Lau dan Lee, 1999). Kepercayaan dianggap sebagai cara
yang paling penting dalam membangun dan memelihara hubungan dengan pelanggan
dalam jangka panjang.
