Berdasarkan definisi tersebut, terdapat beberapa unsur utama dalam konsep manajemen operasional.
| Unsur | Penjelasan |
|---|---|
| Transformasi | Proses perubahan input menjadi output melalui aktivitas produksi atau pelayanan |
| Penciptaan nilai | Kemampuan proses operasi menghasilkan manfaat, kualitas, utilitas, atau pengalaman bagi pelanggan |
| Pengambilan keputusan | Penetapan keputusan mengenai desain produk, kapasitas, lokasi, kualitas, persediaan, tenaga kerja, dan teknologi |
| Efisiensi | Kemampuan menggunakan sumber daya secara hemat dan produktif |
| Efektivitas | Kemampuan menghasilkan keluaran sesuai target, spesifikasi, dan kebutuhan pelanggan |
| Pengendalian | Proses memantau kesesuaian kinerja aktual dengan rencana serta melakukan tindakan korektif |
| Perbaikan berkelanjutan | Upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, biaya, kecepatan, dan fleksibilitas operasi |
| Orientasi pelanggan | Penyesuaian proses dan keluaran terhadap harapan, kebutuhan, serta pengalaman pelanggan |
Hakikat manajemen operasional terletak pada pengelolaan proses. Proses merupakan sekumpulan aktivitas yang saling berhubungan untuk mengubah input menjadi output. Sebagai contoh, pada industri makanan, bahan baku seperti tepung, gula, minyak, tenaga kerja, mesin, resep, dan energi diproses melalui tahap pencampuran, pemasakan, pengemasan, pengujian mutu, penyimpanan, dan distribusi hingga menjadi produk siap jual. Pada rumah sakit, input berupa tenaga medis, obat, fasilitas, peralatan diagnostik, data pasien, dan waktu pelayanan diproses melalui registrasi, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, tindakan medis, serta administrasi hingga menghasilkan layanan kesehatan.
Perbedaan utama antara organisasi manufaktur dan jasa terletak pada karakteristik output serta tingkat keterlibatan pelanggan dalam proses operasi. Barang umumnya bersifat berwujud, dapat disimpan sebagai persediaan, dan sering kali diproduksi sebelum dikonsumsi. Sebaliknya, jasa bersifat tidak berwujud, sulit disimpan, sering diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan, serta melibatkan interaksi yang lebih tinggi antara penyedia dan pelanggan. Walaupun demikian, kedua bentuk organisasi tersebut sama-sama membutuhkan manajemen operasional yang baik
