Umpan Balik dan Pengendalian
Umpan balik merupakan informasi mengenai hasil aktual proses operasi. Informasi tersebut digunakan untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditetapkan. Jika terdapat penyimpangan, organisasi perlu melakukan tindakan korektif.
Contoh umpan balik dalam operasi meliputi:
- Tingkat produk cacat.
- Jumlah keluhan pelanggan.
- Waktu tunggu pelayanan.
- Ketepatan pengiriman.
- Tingkat pemakaian kapasitas.
- Tingkat persediaan.
- Biaya produksi per unit.
- Produktivitas tenaga kerja.
- Tingkat kecelakaan kerja.
- Kepuasan pelanggan.
- Tingkat pengembalian produk.
- Tingkat keterlambatan proses.
Pengendalian operasi merupakan aktivitas penting karena perubahan kecil dalam proses dapat menyebabkan dampak besar terhadap biaya, mutu, atau kepuasan pelanggan. Misalnya, keterlambatan bahan baku dapat menghambat jadwal produksi. Kesalahan input data dalam layanan digital dapat menyebabkan gangguan transaksi. Kegagalan pengendalian kualitas pada rumah sakit dapat membahayakan keselamatan pasien. Karena itu, sistem operasi memerlukan indikator kinerja yang relevan, akurat, dan dapat ditindaklanjuti.
