Keputusan Utama dalam Manajemen Operasional (2)

Manajemen Kualitas

Manajemen kualitas meliputi perencanaan, pengendalian, penjaminan, dan peningkatan kualitas. Organisasi harus menentukan standar mutu, menetapkan metode pengukuran, memantau proses, mengidentifikasi penyebab masalah, dan melakukan perbaikan.

Total Quality Management atau TQM merupakan pendekatan manajemen yang menekankan kualitas sebagai tanggung jawab seluruh organisasi. TQM mengutamakan orientasi pelanggan, keterlibatan karyawan, perbaikan berkelanjutan, pengambilan keputusan berbasis data, dan hubungan jangka panjang dengan pemasok. Tokoh seperti Deming, Juran, dan Crosby memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan pemikiran kualitas.

Deming menekankan pentingnya sistem, variasi proses, pembelajaran organisasi, dan perbaikan berkelanjutan. Ia juga memperkenalkan siklus Plan-Do-Check-Act atau PDCA sebagai pendekatan sistematis untuk memperbaiki proses (Deming, 1986). Siklus tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Plan: Mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan, dan menyusun rencana perbaikan.
  2. Do: Menerapkan rencana dalam skala terbatas atau sesuai rancangan.
  3. Check: Mengevaluasi hasil dan membandingkannya dengan target.
  4. Act: Menetapkan perbaikan sebagai standar baru atau menyusun tindakan korektif tambahan.

Manajemen kualitas juga menggunakan alat statistik, seperti diagram sebab-akibat, histogram, diagram Pareto, peta kendali, diagram pencar, dan lembar pemeriksaan. Alat tersebut membantu organisasi memahami sumber variasi, mengidentifikasi masalah dominan, serta menentukan prioritas perbaikan.