Implikasi penelitian
Berdasarkan perkembangan teori tersebut, TAM dapat didefinisikan sebagai model penerimaan teknologi yang menjelaskan bahwa seseorang cenderung memiliki niat dan perilaku penggunaan yang lebih tinggi apabila ia memandang suatu teknologi mudah digunakan dan bermanfaat bagi pencapaian tugas atau kinerjanya.
Untuk riset kuantitatif, model dasar TAM dapat dirumuskan sebagai berikut:
Perceived Ease of Use→Perceived Usefulness\text{Perceived Ease of Use} \rightarrow \text{Perceived Usefulness}Perceived Ease of Use→Perceived Usefulness
Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness→Behavioral Intention→Actual Use\text{Perceived Ease of Use},\ \text{Perceived Usefulness} \rightarrow \text{Behavioral Intention} \rightarrow \text{Actual Use}Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness→Behavioral Intention→Actual Use
Apabila penelitian berfokus pada konteks organisasi atau teknologi yang penggunaannya dipengaruhi lingkungan sosial, TAM2 dapat digunakan dengan menambahkan norma subjektif, citra, relevansi tugas, kualitas keluaran, dan keterlihatan hasil. Apabila penelitian ingin menjelaskan faktor pembentuk kemudahan penggunaan, seperti literasi digital, kecemasan teknologi, dukungan teknis, kesenangan penggunaan, atau self-efficacy, maka TAM3 lebih sesuai digunakan.
