Discrepancy Theory


Teori ini pertama kali dipelopori oleh Porter (1961). Ia mengukur kepuasan
kerja seseorang dengan menghitung selisih antara apa yang seharusnya
dengan kenyataan yang dirasakan. Kemudiann Locke (1969) menerangkan
bahwa kepuasan kerja seseorang tergantung pada discrepancy antara should
be (expectation needs or value) dengan apa yang menurut perasaannya atau
persepsinya telah diperoleh melalui pekerjaan. Menurut penelitian yang
dilakukan Wanous dan Lawer (1972) yang dikutip dari Wexley dan Yukl,
menemukan bahwa sikap karyawan terhadap pekerjaan tergantung bagaimana
discrepancy itu dirasakannya.