Menurut Ayudiati (2010:29) eksternal locus of
control adalah cara pandang dimana segala hasil yang
didapat baik atau buruk berada diluar kontrol diri mereka
tetapi karena faktor luar seperti keberuntungan,
kesempatan, dan takdir individu yang termasuk dalam
kategori ini meletakkan tanggung jawab diluar kendalinya.
Individu yang memiliki eksternal locus of control
sebaliknya lebih mudah merasa terancam dan tidak
berdaya, maka strategi yang dipilih cenderung reaktif.
Ekternal locus of control mengacu pada keyakinan bahwa
suatu kejadian tidak memiliki hubungan langsung dengan
tindakan yang dilakukan oleh diri sendiri dan berada diluar
kontrol dirinya. Locus of Control ini berperan dalam
motivasi, Locus of Control yang berbeda bisa
mencerminkan motivasi yang berbeda dan kinerja yang
berbeda.
Menurut Menurut Ayudiati (2010:30)
mengemukakan bahwa individu dengan eksternal locus of
control akan lebih mudah menyerah jika sewaktu-waktu
terjadi persoalan yang sulit. Individu seperti ini akan
menganggap bahwa permasalahan yang sulit merupakan
sebuah ancaman bagi dirinya, bahkan terhadap orang-orang
yang ada disekelilingnya pun dianggap sebagai pihak yang
secara diam-diam mengancam eksistensinya.
Untuk itu apabila mengalami suatu kegagalan dalam
suatu permasalahan, individu seperti ini akan menganggap
bahwa kegagalan tersebut merupakan suatu nasib dan
membuat nya ingin lari dari persoalan
