Dasar teori signaling adalah manajer dan pemegang saham tidak
memiliki akses informasi perusahaan yang sama atau terdapat asimetri informasi.
Ada informasi tertentu yang hanya diketahui oleh manajer, sedangkan para
pemegang saham tidak mengetahui informasi tersebut (Wongso, 2012). Teori
sinyal menjelaskan tentang bagaimana manajer memberikan sinyal kepada
investor untuk mengurangi asimetri informasi melalui laporan keuangan. Teori
sinyal memiliki pengaruh yang penting terhadap struktur modal yang optimal,
sehingga muncul dua perspektif manajer yaitu prospek perusahaan akan
menguntungkan dan tidak menguntungkan. Struktur modal yang berhubungan
dengan penggunaan utang merupakan sinyal bagi investor bahwa kinerja
perusahaan dan prospek perusahaan di masa mendatang akan menguntungkan.
Investor akan mengharapkan perusahaan dengan prospek yang menguntungkan
untuk menghindari penjualan saham dan memilih untuk menghimpun modal baru
dengan menggunakan utang (Brigham F. & Houston, 2013).
Kesimpulan yang dapat diambil adalah teori sinyal merupakan
teori yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan, teori ini memberikan
informasi mengenai kondisi perusahaan melalui laporan keuangan untuk
mengetahui perbedaan informasi. Ketika struktur modal perusahaan terdiri
dari utang yang sangat tinggi, maka investor dapat mengetahui bagaimana
kondisi suatu perusahaan, sehingga investor dapat mengambil keputusan
untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut atau tidak, sesuai
dengan preferensi investor terhadap return dan risiko investasi yang akan
ditanggung.
Signalling theory menekankan kepada pentingnya informasi yang
dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi pihak diluar
perusahaan. Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku
bisnis karena informasi pada hakekatmnya menyajikan keterangan, catatan
atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan
masa yang akan dating bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dan
bagaimana pasaran efeknya. Informasi yang lengkap, relevan, akurat dan
tepat waktu sangat diperlukan oleh investor dipasar modal sebagai alat
analisis untuk mengambil untuk mengambil keputusan investor.
Salah satu jenis informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang
dapat menjadi signal bagi pihak diluar perusahaan, terutama bagi pihak
investor adalah laporan tahunan informasi yang diungkapkan dalam
laporan tahunan dapat berupa informasi akuntansi yaitu informasi yang
tidak berkaitan dengan laporan keungan. Laporan tahunan hendaknya
memuat informasi yang relevan dan mengungkapkan informasi yang
dianggap penting untuk diketahui oleh pengguna laporan baik pihak dalam
maupun pihak luar. Semua investor memerlukan informasi untuk
mengevaluasi risiko relative setiap perusahaan sehingga dapat melakukan
diversifikasi portofolio dan kombinasi investasi dengan preferensi risiko
yang diinginkan. Jika suatu perusahaan ingin sahamnya dibeli oleh
investor maka perusahaan harus melakukan pengungkapan laporan
keungan secara terbuka dan transparan
