Indikator Budaya Organisasi


Menurut Afandi (2018), terdapat sejumlah penanda budaya organisasi,
antara lain:

  1. Menerapkan standar
    Jawaban karyawan tentang apa yang dianggap pantas dan tidak pantas dalam
    situasi tertentu ditentukan oleh norma, yang merupakan pedoman perilaku.
    Para pendiri dan anggota organisasi secara bertahap menciptakan aturan
    organisasi. Karena aturan tersebut mengatur perilaku anggota dan membuatnya
    dapat diprediksi dan dikendalikan, standar organisasi menjadi penting.
  2. Menerapkan keyakinan
    Nilai adalah prinsip atau keyakinan yang digunakan orang atau organisasi
    untuk memengaruhi tindakan mereka ketika dihadapkan pada keputusan. Moral
    dan kode etik, yang menentukan apa yang seharusnya dilakukan orang dan
    organisasi, terkait erat dengan nilai. Orang dan organisasi yang menjunjung
    tinggi kejujuran, integritas, dan transparansi merasa berkewajiban untuk
    berperilaku terhormat dan berintegritas tinggi..
  3. Kepercayaan
    Kepercayaan organisasi berkaitan dengan keyakinan moral organisasi. Kualitas
    moral atau kode etik perusahaan dijelaskan oleh kepercayaan. Motivasi
    karyawan akan meningkat, misalnya, jika upah minimum ditetapkan pada
    tingkat yang dapat menutupi biaya hidup.
  4. Penerapan Kode Etik
    Kebiasaan positif suatu masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke
    generasi berikutnya membentuk kode etiknya. Kode etik berfungsi sebagai
    panduan bagi anggota organisasi