Menurut Afandi (2018), terdapat sejumlah penanda budaya organisasi,
antara lain:
- Menerapkan standar
Jawaban karyawan tentang apa yang dianggap pantas dan tidak pantas dalam
situasi tertentu ditentukan oleh norma, yang merupakan pedoman perilaku.
Para pendiri dan anggota organisasi secara bertahap menciptakan aturan
organisasi. Karena aturan tersebut mengatur perilaku anggota dan membuatnya
dapat diprediksi dan dikendalikan, standar organisasi menjadi penting. - Menerapkan keyakinan
Nilai adalah prinsip atau keyakinan yang digunakan orang atau organisasi
untuk memengaruhi tindakan mereka ketika dihadapkan pada keputusan. Moral
dan kode etik, yang menentukan apa yang seharusnya dilakukan orang dan
organisasi, terkait erat dengan nilai. Orang dan organisasi yang menjunjung
tinggi kejujuran, integritas, dan transparansi merasa berkewajiban untuk
berperilaku terhormat dan berintegritas tinggi.. - Kepercayaan
Kepercayaan organisasi berkaitan dengan keyakinan moral organisasi. Kualitas
moral atau kode etik perusahaan dijelaskan oleh kepercayaan. Motivasi
karyawan akan meningkat, misalnya, jika upah minimum ditetapkan pada
tingkat yang dapat menutupi biaya hidup. - Penerapan Kode Etik
Kebiasaan positif suatu masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke
generasi berikutnya membentuk kode etiknya. Kode etik berfungsi sebagai
panduan bagi anggota organisasi
