Pendekatan Efektivitas


Pendekatan efektivitas digunakan untuk mengukur sejauh mana aktifitas itu efektif. Ada
beberapa pendekatan yang digunakan terhadap efektivitas yaitu:
a. Pendekatan sasaran (Goal Approach) Pendekatan ini mencoba mengukur sejauh mana suatu
lembaga berhasil merealisasikan sasaran yang hendak dicapai.
Pendekatan sasaran dalam pengukuran efektivitas dimulai dengan identifikasi sasaran
organisasi dan mengukur tingkatan keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran
tersebut. Sasaran yang penting diperhatikan dalam pengukuran efektivitas dengan
pendekatan ini adalah sasaran yang realistis untuk memberikan hasil maksimal berdasarakan
sasaran resmi “Official Goal” dengan memperhatikan permasalahan yang ditimbulkannya,
dengan memusatkan perhatian terhadap aspek output yaitu dengan mengukur keberhasilan
program dalam mencapai tingkat output yang direncanakan. Dengan demikian, pendekatan
ini mencoba mengukur sejauh mana organisasi atau lembaga berhasil merealisasikan sasaran
yang hendak dicapai. Efektivitas juga selalu memperhatikan faktor waktu pelaksanaan. Oleh
karena itu, dalam efektivitas selalu terkandung unsur waktu pelaksanaan dan tujuan
tercapainya dengan waktu yang tepat maka program tersebut akan lebih efektif. Contoh dari
pendekatan sasaran yaitu apabila suatu pekerjaan mempunyai target menjual habis
barangnya dalam waktu satu minggu, dan barang tersebut terjual habis dalam waktu satu
minggu, maka pekerjaan tersebut dapat di katakan efektif.
b. Pendekatan Sumber (System Resource Approach)
Pendekatan sumber mengukur efektivitas melalui keberhasilan suatu lembaga dalam
mendapatkan berbagai macam sumber yang dibutuhkannya. Suatu lembaga harus dapat
memperoleh berbagai macam sumber dan juga memelihara keadaan dan sistem agar dapat
menjadi efektif. Pendekatan ini didasarkan pada teori mengenai keterbukaan sistem suatu
lembaga terhadap lingkungannya, karena lembaga mempunyai hubungan yang merata dalam
lingkungannya, dimana dari lingkungan diperoleh sumber-sumber yang terdapat pada
lingkungan seringkai bersifat langka dan bernilai tinggi. Pendekatan sumber dalam kegiatan
usaha organisasi dilihat dari seberapa jauh hubungan antara anggota binaan program usaha
dengan lingkungan sekitarnya, yang berusaha menjadi sumber dalam mencapai tujuan
c. Pendekatan Proses (Internal Process Approach)
Pendekatan proses menganggap sebagai efisiensi dan kondisi kesehatan dari suatu lembaga
internal. Pada lembaga yang efektif, proses internal berjalan dengan lancar dimana kegiatan
bagian-bagian yang ada berjalan secara terkoordinasi. Pendekatan ini tidak memperhatikan
lingkungan melainkan memusatkan perhatian terhadap kegiatan yang dilakukan terhadap
sumber-sumber yang dimiliki lembaga yang menggambarkan tingkat efisiensi serta
kesehatan lembaga.
Pendekatan Efektivitas menurut Gibson (2000:38) dalam Priansa mengungkapkan tiga
pendekatan mengenai efektivitas, yaitu:

  1. Pendekatan Tujuan
    Pendekatan tujuan untuk mendefinisikan dan mengevaluasi efektivitas merupakan
    pendekatan tertua dan paling luas digunakan. Menurut pendekatan ini, keberadaan
    organisasi dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pendekatan tujuan
    menekankan peranan sentral dari pencapaian tujuan sebagai kriteria untuk menilai
    efektivitas serta mempunyai pengaruh yang kuat atas pengembangan teori dan praktik
    manajemen dan perilaku organisasi, tetapi sulit memahami bagaimana melakukannya.
    Alternatif terhadap pendekatan tujuan ini adalah pendekatan teori sistem
  2. Pendekatan Teori Sistem Teori system menekankan pada pertahanan elemen dasar
    masukanproses-pengeluaran dan mengadaptasi terhadap lingkungan yang lebih luas yang
    menopang organisasi. Teori ini menggambarkan hubungan organisasi terhadap sistem
    yang lebih besar, dimana organisasi menjadi bagiannya. Konsep organisasi Sebagian
    suatu sistem yang berkaitan dengan sistem yang lebih besar memperkenalkan pentingnya
    umpan balik yang ditujukan sebagai informasi mencerminkan hasil dari suatu tindakan
    atau serangkaian 30 Tindakan oleh seseorang, kelompok atau organisasi.
    Teori sistem juga menekankan pentingnya umpan balik informasi. Inti teori sitem adalah:
    a. Kriteria efektivitas harus mencerminkan siklus masukan proses-keluaran, bukan
    keluaran yang sederhana; dan
    b. Kriteria efektivitas harus mencerminkan hubungan antar organisasi dan lingkungan
    yang lebih besar dimana organisasi itu berada.
    Jadi efektivitas organisasi adalah konsep dengan cakupan luas termasuk sejumlah konsep
    komponen; dan tugas manajerial adalah menjaga keseimbangan optimal antara komponen
    dan bagiannya.
  3. Pendekatan multiple constituency
    Pendekatan ini adalah perspektif yang menekankan pentingnya hubungan relatif diantara
    kepentingan kelompok dan individual dalam hubungan relatif diantara kepentingan
    kelompok dan individual dalam suatu organisasi dalam pendekatan ini memungkinkan
    pentingnya hubungan relatif diantara kepentingan kelompok dan individual dalam suatu
    organisasi.