Efektivitas


Penilaian terhadap keberhasilan suatu organisasi dapat diukur melalui
pengukuran dengan melihat sejauh mana organisasi tersebut telah mencapai
tujuan yang sebelumnya sudah ditetapkan. Konsep efektivitas banyak
dikemukakan oleh para ahli organisasi yang memiliki pendapat berbeda-beda
dikarenakan kerangka acuan yang digunakan oleh para ahli berbeda-beda.
Pengertian efektivitas menurut Siagian adalah pemanfaatan sumber daya, sarana
dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya
untuk menghasilkan sejumlah barang atas jasa kegiatan yang dijalankannya.
Efektivitas menunjukkan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran yang
telah ditetapkan. (Parasuraman, 2014)
Sementara, The Liang Gie dalam Muhyadi (2016), menyebutkan
efektivitas adalah suatu keadaan yang terjadi sebagai akibat yang dikehendaki
kalau seseorang melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud tertentu dan
menghendakinya, maka orang itu dikatakan efektif bila menimbulkan atau
mempunyai maksud sebagaimana yang dikehendakinya (Muhyadi, 2016). (Taliziduhu Ndraha, 2012) dalam bukunya Teori Budaya Organisasi, khusus
mengenai efektivitas pemerintahan mengemukakan efektivitas didefinisikan
secara abstrak sebagai tingkatan pencapaian tujuan, diukur dengan rumus hasil
dibagi dengan (per) tujuan. Tujuan yang bermula pada visi yang bersifat abstrak
itu dapat dideduksi sampai menjadi konkrit, yaitu sasaran (strategi). Sasaran
adalah tujuan yang terukur, konsep hasil relatif, bergantung pada pertanyaan, pada
mata rantai mana dalam proses dan siklus pemerintahan, hasil didefinisikan.
Handayaningrat menjelaskan efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya
sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Efektivitas kerja dalam
suatu organisasi ditentukan oleh desain organisasi yang mampu mempertemukan
kepentingan individual dan organisasi serta strategi organisasi (Handayaningrat, 2014). Supriyono (2000) juga mendefinisikan efektivitas merupakan hubungan
antara keluaran suatu pusat tanggung jawab dengan sasaran yang harus dicapai,
semakin besar konstribusi dari keluaran yang dihasilkan terhadap nilai
pencapaian sasaran tersebut, maka dapat dikatakan efektif pula unit tersebut.
Efektivitas juga disebutkan upaya melakukan hal yang benar, sedangkan efisiensi
adalah melakukan hal secara benar, atau efektivitas adalah sejauh mana kita
mencapai sasaran dan efisiensi adalah bagaimana kita mencampur segala sumber
daya secara cermat (Atmosoeprapto, 2002). Argris dalam Tangkilisan menyatakan efektivitas organisasi adalah
keseimbangan atau pendekatan secara optimal pada pencapaian tujuan,
kemampuan, dan pemanfaatan tenaga manusia. Sedangkan Bastian dalam
Tangkilisan menyatakan bahwa efektivitas adalah hubungan antara output dan
tujuan, dimana efektivitas diukur berdasarkan seberapa jauh tingkat output,
kebijakan dan prosedur dari organisasi mencapai tujuan yang telah ditetap
(Tangkilisan, 2005). Jika disimpulkan dari beberapa pengertian mengenai teori
efektivitas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa efektivitas merupakan ukuran
terhadap sejauh mana pencapaian sasaran dan tujuan kegiatan suatu organisasi.