Bandura menjelaskan bahwa Self-efficacy merupakan keyakinan individu akan
kemampuan untuk menghasilkan tindakan yang diharapkan terhadap peristiwa
yang mempengaruhi hidup mereka. Self-efficacy menentukan bagaimana individu
merasakan, berpikir, dan memotivasi diri mereka serta bertindak. Keyakinan
memberi pengaruh pada empat hal, yaitu proses kognitif, motivasi, afeksi dan
proses seleksi (Hayati, 2011).
Bandura (dalam Alwisol 2006) mengatakan self-efficacy mengacu pada
kemampuan seseorang untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang
diperlukan untuk mengelola situasi diharapkan.Sejalan dengan penjelasan tersebut
Hagger & Chatzisaranti (2005) menjelaskan bahwa dengan self efficacy seorang
individu dapat memperkirakan kemampuannya untuk mencapai prestasi tertentu
yang diinginkan. Untuk memperdalam lagi pemahaman terhadap self-efficacy
maka Hagger & Chatzisaranti (2005) menyatakan bahwa bahwa self-efficacy
merupakan asset dari kepercayaan seoarang individu mengenai kapasitas atau
kemampuannya berkaitan dengan kinerja mereka dari perilaku atau tindakan yang
akan datang.
Merideth (2007) menyatakan bahwa Self-efficacy merupakan penilaian
seseorang akan kemampuan pribadinya untuk memulai dan berhasil melakukan
tugas yang ditetapkan pada tingkat yang ditunjuk, dalam upaya yang lebih besar,
dan bertahan dalam menghadapi kesulitan. Mukhid (2009) Self efficacy adalah
keyakinan penilaian diri berkenaan dengan kompetensi seseorang untuk sukses
dalam tugas-tugasnya.
Bandura mendefenisikan bahwa Self-efficacy merupakan penilaian atau
keyakinan pribadi tentang seberapa baik seseorang dapat melakukan tindakan
yang diperlukan untuk berhubungan dengan situasi prospektif. Definisi yang lebih
luas dinyatakan oleh Stajkovie dan Luthans, yaitu Self-efficacy mengacu pada
keyakinan individu mengenai kemampuan yang memobilisasi motivasi, sumber
daya kognitif, dan tindakan yang diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas
dalam konteks tertentu (Luthans, 2006).
Bandura (Dalam Feist, 2008), keyakinan manusia terhadap Self-efficacy
mereka akan mempengaruhi arah tindakan yang akan dipilih untuk diupayakan,
seberapa banyak upaya yang akan ditambahkan pada aktivitas-aktivitas tersebut,
seberapa lama akan bertahan ditengah gemparan badai dan kegagalan, dan
seberapa besar keinginan mereka bangkit kembali.
Bandura (dalam Alwisol, 2004). mengungkapkan bahwa Self-efficacy adalah
persepsi diri sendiri mengenai seberapa bagus diri dapat berfungsi dalam situasi
tertentu. Self-efficacy berhubungan dengan keyakinan bahwa diri memiliki
kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan. Self-efficacy adalah penilaian
diri, apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau buruk, tepat atau salah,
biasa atau tidak biasa mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Self
Efficacy menggambarkan penilaian kemampuan diri.
Luthans (2006) menyatakan bahwa individu yang percaya bahwa dia dapat
menyelesaikan tugas dengan kinerja yang baik (Self-efficacy yang tinggi),
mengerjakan tugas dengan lebih baik dari pada mereka yang berpikir bahwa
mereka akan gagal (Self-efficacy rendah). Mereka yang memiliki Self-efficacy
tinggi memiliki kecenderungan untuk tetap tenang dalam situasi yang penuh
tekanan.
Self efficacy adalah keyakinan individu dalam kemampuannya untuk
menyelesaikan tugas dengan kinerja yang baik dan mampu dalam melakukan
tindakan yang diharapkan untuk mencapai suatu tujuan yang terbentuk
berdasarkan proses kognitif dan pengalaman dilingkungan kerja
