Anoraga (2006) mengatakan bahwa motivasi kerja adalah sesuatu yang
menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Kuat atau lemahnya motivasi kerja
seorang karyawan ikut menentukan besar kecilnya prestasinya. Motivasi ini penting
bagi karyawan dalam bekerja untuk mencapai tujuan yang diharapkan perusahaan,
karena motivasi adalah hal yang menyebabkan orang berperilaku atau bertingkah laku
(Moekijat, 2002).
Robbins (2008) mendifinisikan motivasi (motivation) sebagai proses yang
menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai
tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi tersebut adalah intensitas, arah, dan
ketekunan. Intensitas berhubungan dengan seberapa giat seseorang berusaha. Ini
adalah elemen yang paling banyak mendapat perhatian ketika membicarakan tentang
motivasi. Namun, intensitas yang tinggi sepertinya tidak akan menghasilkan prestasi
kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang
menguntungkan organisasi. Dengan demikian, kita harus mempertimbangkan kualitas
serta intensitas upaya secara bersamaan. Upaya yang diarahkan dan konsisten dengan
tujuan-tujuan organisasi merupakan jenis upaya yang seharusnya kita lakukan.
Terakhir, motivasi memiliki dimensi ketekunan. Dimensi ini merupakan ukuran
mengenai berapa lama seseorang bisa mempertahankan usahanya. Individu-
individu yang termotivasi bertahan melakukan suatu tugas dalam waktu yang
cukup lama demi mencapai tujuan mereka. (Robbins, 2008).
Robbin (2002) dalam Brahmasari dan Suprayetno (2008) mengemukakan
bahwa motivasi adalah keinginan untuk melakukan sebagai kesediaan untuk
mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi, yang
dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhan
individual. Seorang individu melakukan sesuatu atas dasar keinginan serta adanya
dorongan untuk memenuhi kebutuhan. Motivasi sebagai dorongan seorang
individu menjadi sangat penting, tanpa adanya dorongan tersebut maka individu
tersebut tidak termotivasi untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan yang
dibebankan.
Morrison dalam Hakim (2006) memberikan pengertian motivasi sebagai
kecenderungan seseorang melibatkan diri dalam kegiatan yang mengarah ke
sasaran. Jika perilaku tersebut mangarah pada suatu obyek atau sasarannya maka
dengan motivasi tersebut akan diperoleh pencapaian target atau sasaran sebesar-
besarnya sehingga pelaksanaan tugas dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya,
sehingga efektifitas kerja dapat dicapai. Dengan adanya target atau sasaran itulah
yang mengarahkan serta memotivasi karyawan untuk mengerjakan sesuatu.
Motivasi kerja memegang peranan penting dalam menentukan berhasil
tidaknya seseorang dalam melaksanakan tugas yang di bebankan kepadanya.
Menyadari akan pentingnya pengaruh motivasi terhadap prilaku manusia,
beberapa ahli telah mengadakan berbagai penelitian tentang motivasi. Adapun
penelitian yang telah dilakukan menghasilkan berbagai pengertian tentang
motivasi.
Robbins (2008), mendefinisikan motivasi yaitu keinginan untuk mencapai
suatu tujuan kerja dengan mengarahkan segala kemampuan yang dimiliki. Suatu
indikasi yang menunjukkan hilangnya motivasi untuk bekerja menurut Nitisemito
dalam Darmawan (2013), tingkat absensi yang semakin meningkat dan tinggi.
Nawawi dalam Darsono dan Siswandoko (2011), kata motivasi berasal dari kata
dasar motif yang artinya dorongan, sebab, atau alasan manusia melakukan
tindakan secara sadar. Setiap anggota perusahaan pasti memiliki tujuan pribadi
masing-masing. Jika terjadi kesenjangan antara tujuan pribadi dengan tujuan
organisasi, maka akan membuat ketidaknyamanan dalam bekerja. Hal inilah yang
mampu menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Motivasi kerja menurut Sunyoto
(2012), adalah bagaimana cara mendorong semangat kerja seseorang, agar mau
bekerja dengan memberikan secara optimal kemampuan dan keahliannya guna
mencapai tujuan organisasi. Motivasi diperlukan agar mampu membuat karyawan
memiliki keinginan untuk bekerja keras dan antusias untuk mencapai
produktivitas kerja yang tinggi. Berdasarkan beberapa pendapat dari para ahli
diatas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah dorongan yang
menggerakkan seseorang dalam bekerja untuk melakukan pekerjaan dengan
segala upaya dan bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai
