Teori pertukaran sosial menjelaskan hubungan sosial yang terjadi antara
kelompok manusia dengan organisasi dimana mereka berada didalamnya
dengan segala aktivitasnya, baik dari segi ganjaran, pengorbanan maupun
keuntungan yang akan mereka peroleh, termasuk tingkat pertumbuhan,
tingkat spesialisasi yang menuju pada terjadinya pertukaran sosial dalam
organisasi (Sunyoto & Kalijaga, 2022). Social Exchange Theory (SET) atau
teori pertukaran sosial menyatakan bahwa segala bentuk hubungan manusia
dilatarbelakangi oleh “asas biaya-manfaat/ subjective-cost and benefit” serta
pertimbangan beberapa alternatif (Blau, 1964) dalam (Afrianty &
Putriwahyuni, 2020).
Pertukaran sosial terjadi pada interaksi dua arah yang keduanya saling
bergantung satu sama lain. Dalam hal ini, yang dimaksud interaksi dua arah
tak hanya melibatkan antara individu dengan individu, tetapi juga mencakup
individu dengan kelompok hingga kelompok dengan kelompok (Muttaqien,
2023)
