Motivasi Kerja menurut Mangkunegara (2009:93) dalam (Fadillah et
al., n.d.) “Motivasi adalah suatu dorongan kebutuhan dalam diri pegawai yang
perlu dipenuhi agar pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungannya serta mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan
kata lain, motivasi 20 merupakan sebuah energi untuk membangkitkan
dorongan dalam diri guna mencapai tujuan tertentu”.
Sedangkan Motivasi menurut Sutrisno (2010:109) dalam Arif Yusuf
Hamali, S.S., M.M (2018:113) adalah sebagai berikut : “Motivasi adalah suatu
faktor yang mendorong seseoang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu,
oleh karena itu motivasi sering kali diartikan sebagai faktor pendorong perilaku
seseorang. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang pasti memiliki suatu
faktor yang mendorong aktivitas tersebut. Faktor pendorong dari seseorang
untuk melakukan suatu akivitas tertentu pada umumnya adalah kebutuhan serta
keinginan orang tersebut. Kebutuhan dan keinginan seseorang berbeda dengan
kebutuhan dan keinginan orang lain. Perbedaan kebutuhan dan keinginan
seseorang itu terjadi karena proses mental yang terjadi dalam diri orang
tersebut. Proses mental itu merupakan pembentukan persepsi pada diri orang
yang bersangkutan dan proses pembentukan persepsi diri pada hakikatnya
merupakan proses belajar seseorang terhadap segala sesuatu yang dilihat dan
dialaminya dari lingkungan yang ada di sekitarnya”.
Motivasi memilik komponen, yaitu komponen dalam dan komponen
luar. Komponen dalam adalah perubahan dalam diri seseorang, keadaan merasa
tidak puas, ketegangan psikologis. Komponen luar adalah sesuatu yang
diinginkan seseorang, tujuan yang menjadi arah tingkah lakunya. Setiap
kegiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak terlepas dari berbagai motif dan
sikap, yang mendorong seseorang melakukan serangkaian perbuatan yang
disebut kegiatan. Motif adalah daya timbul dari dalam diri orang yang
mendorong untuk berbuat sesuatu. Motif itu terdiri dari dua unsur. Unsur
pertama berupa daya pendorong untuk berbuat, dan unsur kedua adalah sasaran
atau tujuan yang akan diarahkan oleh perbuatan itu. Dua unsur dalam motif ini
membuat orang melakukan kegiatan sekaligus ingin mencapai apa yang
dikehendaki melalui kegiatan yang dilakukan itu. Motivasi datang dari dalam
diri manusia, oleh karena itu pemimpin organisasi perlu menciptakan kondisi
dimana karyawan dapat memotivasi dirinya 21 sendiri. Pemimpin perlu
memberikan alasan kepada karyawan untuk percaya diri sendiri dan organisasi
tempat karyawan bekerja. Semua organisasi dibangun diatas landasan pengikut
yang termotivasi untuk melayani organisasi.
Sedangkan Menurut Isniar Budiarti mengatakan bahwa pengertian
Motivasi adalah sebagai berikut: “Motivasi kerja dapat memberikan energi
yang menggerakkan segala potensi yang ada, menciptakan keinginan yang
tinggi dan luhur, serta meningkatkan kebersamaan. Masing-masing pihak
bekerja menurut aturan dan ukuran yang ditetapkan dengan saling
menghormati, saling membutuhkan, saling mengerti, dan menghargai hak dan
kewajiban masing-masing dalam keseluruhan proses kerja, sehingga tenaga
kerja secara produktif dapat berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya oleh perusahaan”. Selajutnya menurut Lita Wulantika (2012:45)
Motivasi merupakan motor penggerak yang berada dalam diri manusia, sangat
penting untuk terus menerus digerakkan karena dengan motivasi kehidupan
manusia akan lebih baik
