Menurut Mangkunegara (2009) dalam Hosnawati (2016) faktor-faktor
yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu:
- Faktor kemampuan
Secara psikologis, kemampuan (ability) karyawan terdiri dari
kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge +
skill). Karyawan perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai
dengan keahliannya. - Faktor motivasi
Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seorang karyawan
dalam menghadapi situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang
menggerakkan diri karyawan yang terarah untuk mencapai tujuan
organisasi.
Sedangkan menurut sedarmayanti (2007) dalam Ria & Darman (2017:
180) faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja antara lain: - Sikap dan mental (motivasi kerja, disiplin kerja, dan etika kerja )
- Pendidikan
- Ketrampilan
- Manajemen kepemimpinan
- Tingkat penghasilan
- Gaji dan kesehatan
- Jaminan sosial
- Iklim kerja
- Sarana dan prasarana
- Teknologi
- Kesempatan berprestasi
Sedangkan Payaman S. Simanjuntak (2005) dalam Hosnawati (2016)
menyatakan kinerja setiap orang dipengaruhi oleh banyak faktor yang dapat
digolongkan dalam 3 kelompok yaitu: - Faktor kompetensi individu
yaitu kemampuan dan keterampilan yang dimiliki seorang
karyawan dalam melakukan kerja. Kompetensi individu seseorang
dipengaruhi beberapan faktor yang dikelompokkan dalam dua
golongan, yaitu kemampuan dan keterampilan kerja.
a. Kemampuan dan keterampilan
kerja setiap individu berbeda yang dipengaruhi oleh
kesehatan fisik dan jiwa individu, pendidikan, akumulasi
pelatihan, serta pengalaman kerjanya.
b. Motivasi dan etos kerja
Motivasi dan etos kerja dipengaruhi oleh latar belakang
keluarga, lingkungan masyarakat, budaya, dan nilai nilai agama
yang dianutnya. - Faktor dukungan organisasi
Kinerja karyawan tergantung pada dukungan organisasi dalam
bentuk pengorganisasian, penyediaan sarana dan prasarana kerja,
pemilihan teknologi, kenyamanan lingkungan kerja, serta kondisi
dan syarat kerja. - Faktor dukungan manajemen
Kinerja perusahaan dan kinerja setiap karyawan tergantung
pada manajerial dari manajemen, dengan melakukan pembangunan
sistem kerja dan hubungan industrial yang baik dan aman serta
harmonis dan mengembangkan kompetensi pekerja. Kompetensi
dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan dan motivasi para
karyawan untuk bekerja secara optimal. Seluruh karyawan harus
memahami dan memperhatikan setiap faktor-faktor diatas karena
akan berdampak pada tercapaian tujuan atau target perusahaan dan
organisasi
