Menurut Mangkunegara (2017) Stres kerja adalah perasaan tertekan yang
dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres ini tampak dari Simptom,
antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur,
merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah
meningkat, dan mengalami gangguan pencernaan.
Sedangkan menurut Robbins & Judge (2018) stres kerja adalah kondisi yang
dinamis dimana seseorang dikonfontasi dengan kesempatan, hambatan atau
tuntutan yang berhubungan dengan apa yang diinginkannya dan untuk itu
keberhasilannya ternyata tidak pasti. Kemudian menurut Nusran (2019) definisi
stres adalah suatu keadaan yang bersifat internal karena oleh tuntutan fisik (badan),
lingkungan, dan situasi sosial yang berpotensi merusak dan tidak terkontrol.
Selanjutnya Steven & Prasetio (2020) menyatakan stres kerja didefinisikan
sebagai reaksi dari suatu keadaan yang menekan diri dan jiwa individu di luar batas
kemampuannya. Berdasarkan berbagai teori tentang definisi stres kerja di atas
maka dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan setiap tekanan baik
secara fisik maupun psikologis yang dirasakan karyawan dalam menjalankan
pekerjaannya. Sementara itu menurut Vanchapo (2020) Stres kerja adalah keadaan
emosional yang timbul karena adanya ketidaksesuaian beban kerja dengan
kemampuan individu untuk menghadapi tekanan tekanan yang dihadapinya. Stres
juga bisa diartikan sebagi suatu kondisi ketengan yang menciptakan adanya
ketidakseimbangan fisik dan psikis yang memengaruhi emosi, proses berfikir, dan
kondisi seorang pegawai
