Seorang pemimpin yang menggerakkan pengikutnya menuju
tujuan yang telah ditetapkan dengan menguraikan persyaratan dan
tugas mereka. Gaya kepemimpinan transaksional memiliki karakter
tersendiri yaitu memberi imbalan kontingen sebagai insentif atas
hasil kerja yang baik. pemimpin transaksional juga mengakui
pencapaian karyawan, lalu mengambil tindakan perbaikan, dan
menghindari suatu keputusan yang akan diambil.
Pemimpin dengan gaya transaksional mengutamakan
orientasi penugasan pada karyawan. Karyawan yang mampu
menyelesaikan tugas atau dapat mecapai suatu prestasi akan diberi
imbalan atas kinerjanya. Imbalan tersebut dapat berupa afeksi verbal
dari pemimpin, hadiah, dan kenaikan jabatan. Sebaliknya, pemimpin
transaksional juga akan mengenakan hukuman pada karyawan
apabila karyawan tersebut melakukan kesalahan atau pelanggaran.
Hukuman tersebut dapat berupa teguran, memberi peringatan,
mencopot hak istimewa, pengurangan imbalan, hingga pemecatan
