Teori LMX merupakan teori kepemimpinan yang berbasis hubungan
dua unsur (dyadic). Menurut teori ini, kepemimpinan terletak pada
perkembangan kualitas hubungan antara pimpinan dan bawahan Erdoğan dan
Bauer (2015) menjelaskan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
kualitas hubungan antara pimpinan dan bawahan, yaitu:
- Perceived & actual similarity (kesamaan rasa) Kesamaan ketertarikan
(similarity– attraction) antara pimpinan dengan bawahan memainkan
peran penting dalam pengembangan kualitas LMX. - Dyad expectations (harapan masing-masing pihak) Tingkat harapan
bawahan terhadap pimpinan, dan tingkat harapan pimpinan terhadap
bawahan menentukan kualitas LMX yang terbangun. - Delegation-performance interactions (interaksi kinerja) Kinerja dan
kompetensi bawahan menjadi prediktor penting dalam proses
pengembangan LMX karena ini merupakan perilaku yang membantu
dalam membangun kepercayaan. - Member personality (kepribadian bawahan) Kepribadian extraversion
(senang bergaul, mudah bersosialisasi, hidup berkelompok, dan tegas)
dan agreeableness (kooperatif, penuh kepercayaan, bersifat baik,
hangat, berhati lembut, dan suka membantu) merupakan prediktor dari
kualitas LMX. - Perceptions of fairness (Persepsi keadilan) Keadilan interaksional, atau
perlakuan dengan martabat dan rasa hormat dari pemimpin merupakan
faktor yang berkaitan dengan kualitas LMX. - Trust development (kepercayaan) Ketika hubungan dimulai,
kepercayaan akan berkembang (atau tidak berkembang) sebagai hasil
dari proses pengujian timbal balik. Tanggapan memuaskan dari
karyawan terhadap upaya pengujian dari atasan akan menghasilkan
pengembangan kepercayaan dari pimpinan.
