Kinerja keberlanjutan Ekonomi


Kinerja keberlanjutan Ekonomi adalah serangkaian prinsip pengambilan
keputusan dan praktik bisnis yang ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi
tanpa terlibat dalam pertukaran lingkungan berbahaya yang secara historis
menyertai pertumbuhan. Idealnya, pembangunan berkelanjutan menciptakan
sistem operasional yang mengkonsumsi modal alam (juga dikenal sebagai sumber
daya alam) cukup lambat sehingga generasi mendatang juga dapat menggunakan
sumber daya tersebut. (Pelajari lebih lanjut tentang cara melestarikan sumber daya
alam.)
Praktik berkelanjutan dapat mengatasi masalah jejak ekologi kolektif
manusia dalam beberapa cara. Mereka dapat fokus pada pengurangan penipisan
lingkungan alam atau membahas masalah dari arah lain dengan menemukan
cara untuk mengurangi limbah, membatasi emisi karbon, dan memanfaatkan energi
matahari. Prinsip pemersatu di balik keberlanjutan ekonomi adalah menolak proses
jangka pendek yang sia-sia dan merangkul kesejahteraan jangkapanjang planet ini oleh keluarga atau dapat dikatakan perusahaan yang anggota keluarganya
merupakan anggota dewan perusahaan (Anderson & Reeb, 2003). Sedangkan
menurut (Villalonga & Amit, 2006)kepemilikan keluarga terdiri atas 3 hal yaitu
anggota wajib memiliki peran penting pada perusahaan, anggota keluarga wajib
mengambil keputusan didalam perusahaan, dan anggota keluarga menduduki posisi
tertinggi didalam perusahaan. Sehingga perusahaan tersebut dapatdisebut dengan
perusahaan kepemilikan keluarga
Pada perusahaan dengan kepemilikan keluarga, memiliki kencenderungan
untuk melakukan pengawasan yang sesuai dengan kehendak masing – masing
anggota keluarga karena persamaan tujuan antar anggota keluarga. Hal tersebut
diketahui dapat mengurangi atau mengantisipasi masalah keagenan. Pada dasarnya,
harta yang dimiliki oleh anggota keluarga dijadikan investasi untuk perusahaan
milik keluarga tersebut, sehingga para anggota keluarga atau dewan sangat
memperhatikan perusahaan tersebut. Anggota keluarga juga mengawasi dengan
ketat untuk meminimalisirkan dampak negatif yang akan didapatkan
(Pukthuanthong, 2013). Meskipun begitu, terkadang masing banyak juga keluarga
yang hanya mementingkan keuntungan yang diterima perusahaan sehingga mereka
dapat mengorbankan kinerja keberlanjutan perusahaan dalam aspek lingkungan,
sosial, danekonomi (Rouyer, 2016