Barney (1991) mengatakan bahwa indikator kompetensi yang harus dimiliki
perusahaan agar dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan
ialah sebagai berikut :
- Sumber Daya
Adapun jenis sumber daya sebagai berikut :
§ Sumber daya berwujud (Tangible Assets)
Segala sesuatu yang tersedia di perusahaan yang dapat disentuh secara fisik,
seperti tanah, bangunan, peralatan, uang dan tenaga kerja yang berada
dalam perusahaan dianggap sebagai sumber daya berwujud (Tangible
Assets).
§ Sumber daya tidak berwujud (Intangible Assets)
Sumber daya yang tidak memiliki wujud namun dapat dimiliki di
perusahaan yang berasal dari interaksi perusahaan dengan lingkungannya
dikenal sebagai sumber daya tidak berwujud. Contohnya seperti reputasi,
trademarks dan intellectual property. Sumber daya tidak berwujud ini
biasanya terakit erat dengan perusahaan dan berfungsi sebagai sumber daya
utama dari keunggulan komptetitif yang jangka panjang.
Dan Barney (1991) mencetuskan sumber daya harus berunsur VRIO,
indikator yang harus dimiliki perusahaan sebagai sumber keunggulan kompetitif :
- Berharga (Value) : sumber daya harus memiliki nilai yang berharga agar
dapat memiliki keunggulan kompetitif. - Langka (Rare) : sumber daya yang hanya dapat dimiliki olah satu atau
beberapa perusahaan dianggap langka. Ketika suatu perusahaan memiliki
sumber daya tersebut, maka perusahaan tersebut memiliki keunggulan yang
kompetitif. - Imitability (I) : sumber daya yang memiliki keunikan sehingga tidak mudah
ditiru juga dapat membuat perusahaan memiliki keunggulan yang
kompetitif. - Organization (O) : Untuk memberikan keuntungan maksimal dan
memaksimalkan nilai sumber daya yang dikendalikan, sangat penting untuk
mengorganisirnya.
- Kapabilitas
Kapabilitas dalam Resources Based View mengacu pada sumber daya yang
digunakan. Hal tersebut merujuk pada kemampuan suatu perusahaan dalam
mengelola sumber daya yang dimilikinya secara konstan.
