Dalam dunia kerja terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja
seorang pegawai dalam menjalankan tugasnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi
kinerja pegawai tidak hanya berasal dari internal dan eksternal perusahaan, akan
tetapi bisa juga berasal dari pegawai itu sendiri. Jika kinerja pergawai baik, maka
target dan sasaran yang ingin dicapai dalam sebuah perusahaan akan lebih mudah
dicapai. Sebaliknya, kinerja pegawai yang buruk membuat suatu perusahaan sulit
untuk mencapai tujuan dan sasarannya. Berdasarkan penjelasn diatas dapat
disimpulakan beberapa ahli tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja:
Menurut (Marwansyah, 2019:234) faktor-faktor kinerja dikelompokkan ke
dalam empat faktor yaitu:
1) Pengetahuan atau Keterampilan
Pegawai tidak tahu bagimana menjalankan tugas-tugas secara benar. Kurangnya
keterampilan, pengetahuan dan kemampuan juga menjadi penghambat bagi
pegawai untuk melaksanakan tugas yang diberikan pimpinan perusahaan.
2) Lingkungan
Lingkungan kerja juga mempengaruhi kinerja pegawai diperusahaan/organisasi
disebabkan oleh kondisi kerja, proses yang buruk, dan lain-lain.
3) Sumber Daya
Kurangnya sumber daya atau teknologi di dalam perusahaan/organisasi juga
menghambat kinerja pegawai.
4) Motivasi
Dalam bekerja tidak hanya membutuhkan kompensasi besar, tetapi pegawai
juga membutuhkan motivasi-motivasi.
Menurut (Prawirosentono dalam penelitian Edi Sutrisno, 2019:179) faktor-
faktor yang mempengaruhi kinerja sebagai berikut:
- Efektivitas dan efisiensi
Dalam hubungannya dengan kinerja organisasi, maka ukuran baik buruknya
kinerja diukur oleh efektivitas dan efisiensi. - Otoritas dan tanggung jawab
Dalam organisasi yang baik wewenang dan tanggung jawab telah didelegasikan
dengan baik, tanpa adanya tumpung tindih tugas. Kejelasan dan tanggung jawab
setiap orang dalam suatu organisasi akan mendukung kinerja pegawai tersebut. - Disiplin
Secara umum, disiplin menunjukkan suatu kondisi atau sikap hormat yang ada
pada diri pergawai terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan. Disiplin
meliputi ketaatan dan hormat terhadap perjanjian yang dibuat antara perusahaan
dan pegawai. - Inisiatif
Inisiatif seseorang berkaitan dengan daya pikir, kreatifitas dalam bentuk ide untuk
merencanakan suatu yang berkaitan dengan tujuan organisasi. Setiap inisiatif
sebaiknya mendapat perhatian atau tanggapan positif dari atasan. - Pengawasan
Pengawasan dapat didefinisikan sebagai cara suatu organisasi mewujudkan
kinerja yang efektif dan efisien, serta lebih jauh mendukung terwujudnya visi
dan misi organisasi. Proses adalah sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-
tujuan organisasi dan manajemen tercapai. - Motivasi
Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong atau yang menjadi sebab
seseorang melakukan suatu kegiatan/perbuatan yang berlangsung secara sadar
dimana kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan
serangkaian kegiatan yang mengarah ketercapaianya tujuan tertentu
