Meyer et al. (2009) membedakan komitmen organisasi menjadi 3 dimensi,
yaitu:
- Komitmen Afektif (Affective Commitment)
Komitmen afektif merupakan perasaan emosional untuk organisasi dan
keyakinan di dalam nilai-nilainya. Seseorang yang memiliki komitmen
afektif yang kuat akan terus bekerja dalam suatu organisasi karena mereka
memang ingin melakukan hal tersebut. - Komitmen Berkelanjutan (Continuance Commitment)
Komitmen berkelanjutan merupakan nilai ekonomi yang dirasakan dari
bertahan dalam suatu organisasi dibandingkan dengan meninggalkan
organisasi tersebut. Seorang karyawan mungkin bertahan dan
berkomitmen dengan organisasi dan pemberi kerja karena diberi imbalan
yang cukup tinggi. Komitmen ini menyebabkan seorang karyawan
bertahan pada suatu organisasi karena mereka membutuhkannya. - Komitmen Normatif (Normative Commitment)
Komitmen normatif merupakan kewajiban seseorang untuk bertahan di
dalam suatu organisasi untuk alasan-alasan moral atau etis. Komitmen ini
menyebabkan seorang karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena
mereka merasa wajib untuk melakukannya. Dengan kata lain, komitmen
normatif ini berkaitan dengan perasaan wajib untuk tetap bekerja dalam
sebuah organisasi
