Budaya organisasi pada hakikatnya, memiliki nilai yang baik
bagi kemajuan suatu organisasi.Budaya organisasi mencakup aspek
yang lebih luas dan lebih mendalam dan justru menjadi suatu dasar bagi
terciptanya suatu iklim organisasi yang ideal.Masalah budaya
organisasi (Organization Culture) akhir-akhir ini telah menjadi suatu
tinjauan yang sangat menarik terlebih dalam kondisi kerja yang tidak
menentu.
Budaya (culture) adalah seluruh total pikiran, karya dan hasil
karya manusia, yang tidak berakar pada nalurinya, dan karena itu hanya
bisa dicetuskan manusia sesudah melalui suatu proses belajar.
Kebudayaan merupakan inti dari apa yang penting dalam organisasi.
Seperti aktivitas member perintah dan larangan serta mengambarkan
sesuatu yang dilakukan dan tidak dilakukan yang mengatur prilaku
anggota. Jadi budaya mengandung apa yang boleh dilakukan atau tidak
boleh sehingga dapat dikatakan sebagai suatu pedoman yang dipakai
untuk menjalankan aktivitas organisasi, (Hofstede 2010:21).
Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal dari dua
orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi
(Malayu, 2007: 5). Organisasi merupakan suatu kesatuan sosial dari
sekelompok manusia, yang saling berinteraksi menurut suatu pola,
sehingga anggota organisasi memiliki fungsi dan tugasnya masing-
masing.Organisasi, sebagai suatu kesatuan, memiliki tujuan tertentu dan
mempunyai batas-batas yang jelas, sehingga bisa dipisahkan secara
tegas dari lingkungannya.
Ada begitu banyak definisi mengenai budaya yang pada
hakekatnya tidak jauh berbeda antara satu ahli dengan ahli lainnya.
Budaya organisasi sebagai suatu sistem peran, aliran aktivitas dan
proses (menunjukan proses organisasi atau disebut sistem/pola
hubungan kerja) dan melibatkan beberapa orang sebagai pelaksana
tugas/aktivitas, yang dirancang untuk melaksanakan tujuan bersama
(Chatab, 2007: 9).
Pengertian budaya organisasi menjelaskan hirarki budaya
korporat sebagai berikut:
- Para anggapan dasar/basic assumptions; merupakan level yang yang
paling dalam, dan berada di alam bawah sadar. - Values; merupakan level kepedulian berikutnya tentang sebaiknya
menjadi apa didalam organisasi. - Norma; memberitahukan para anggota apa yang sebaiknya dan tidak
sebaiknya untuk melakukan dibawah keaadaan tertentu. - Artifact; merupakan wujud kongkrit seperti sistem, prosedur,
peraturan, struktur dan aspek fisik dari organisasi, (Cummings dan
Worley dalam Chatab, 2007: 9).
Budaya organisasi adalah pola asumsi dasar yang telah
ditemukan suatu kelompok, ditentukan, dan dikembangkan melalui
proses belajar untuk menghadapi persoalan penyesuaian (adaptasi)
kelompok eksternal dan integrasi kelompok internal (Schein dalam
Wirawan, 2004: 4).
Budaya merupakan pengendali sosial dan pengatur jalannya
organisasi atas dasar nilai dan keyakinan yang dianut bersama, sehingga
menjadi normakerja kelompok, dan secara operasional disebut budaya
kerja karena merupakan pedoman dan arah perilaku kerja karyawan
(Chatab, 2007: 10 – 11).
Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa budaya
organisasi mencakup aspek yang lebih luas dan lebih mendalam dan
justru menjadi suatu dasar bagi terciptanya suatu iklim organisasi yang
ideal.
Budaya organisasi adalah nilai dan keyakinan bersama yang
mendasari identitas organisasi. Dengan demikian dapat dipahami
bagaimana budaya mampu memberi suatu identitas dan arah bagi
keberlangsungan hidup organisasi (Kreitner dan Kinicki
dalamChatab, 2007: 10).
Budaya organisasi tidak bisa begitu saja ditangkap dan dilihat
oleh orang luar, namun dapat dipahami dan dirasakan melalui perilaku-
perilaku anggotanya serta nilai-nilai yang mereka anut
