Pengertian Budaya Organisasi


Menurut Luthans dalam Susanto (2006: 111) budaya organisasi adalah
norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota
organisasi. Setiap anggota akan berperilaku sesuai dengan budaya
yang akan berlaku agar diterima oleh lingkungannya.
Menurut Sarplin dalam Susanto (2006: 120) budaya organisasi adalah
suatu sistem nilai, kepercayaan, dan kebiasaan dengan struktur
formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi.
Menurut Deddy Mulyadi (2006: 270) budaya organisasi adalah apa
yang karyawan rasakan dan bagaimana persepsi ini menciptakan suatu
pola teladan kepercayaan, nilai-nilai, dan harapan.
Budaya organisasi memiliki peran yang sangat strategis untuk
mendorong dan meningkatkan efektifitas kinerja organisasi. Menurut
Susanto (2006: 112) peran budaya organisasi adalah sebagai alat
untuk menentukan arah organisasi, mengarahkan apa yang boleh
dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, bagaimana mengalokasikan
sumber daya dan mengelola sumber daya organisasional, juga sebagai
alat untuk menghadapi masalah peluang dari lingkaran internal
maupun eksternal.
Susanto (2006: 112) mengatakan ada empat peran dari budaya
organisasi, yaitu:
1) Memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ekonomi
organisasi.
2) Menjadi faktor yang lebih menentukan dalam menentukan
kesuksesan atau kegagalan organisasi pada tahun selanjutnya.
3) Dapat mendorong peningkatan kinerja ekonomi dalam jangka
panjang jika di organisasi terdiri atas orang-orang yang layak.
4) Dibentuk untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Budaya organisasi meresap dalam kehidupan organisasi dan
selanjutnya mempengaruhi setiap kehidupan organisasi. Oleh karena
itu, budaya organisasi berpengaruh sangat besar pada aspek-aspek
fundamental dari kinerja organisasi (Robbins, 2006: 284). Pernyataan
tersebut telah diterima dengan luas dan didukung oleh beberapa
penelitian yang menghubungkan kinerja dengan budaya organisasi