Karakteristik Budaya Organisasi


Karakteristik budaya organisasi menurut Robbins (2006: 279)
dikemukakan ada tujuh karakteristik primer yang secara bersama-
sama menangkap hakikat budaya organisasi. Ketujuh karakter tersebut
yaitu:

  1. Inovasi dan mengambil risiko berkaitan dengan sejauh mana para
    anggota organisasi / karyawan didorong untuk inovatif dan berani
    mengambil risiko.
  2. Perhatian pada rincian berkaitan dengan sejauh mana para anggota
    organisasi / karyawan diharapkan mau memperlihatkan kecermatan
    (presisi), analisis, dan perhatian kepada rincian.
  3. Orientasi hasil mendiskripsikan sejauh mana manajemen fokus
    pada hasil bukan pada teknik dan proses yang digunakan untuk
    mendapatkan hasil tersebut.
  4. Orientasi manusia menjelaskan sejauh mana keputusan manajemen
    memperhitungkan efek hasil kepada orang-orang di dalam
    organisasi tersebut.
  5. Orientasi tim berkaitan dengan sejauh mana kegiatan kerja
    organisasi dilaksanakan dalam tim-tim kerja, bukan pada individu-
    individu.
  6. Agresivitas menjelaskan sejauh mana orang-orang dalam organisasi
    menunjukkan keagresifan dan kompetitif, bukan bersantai.
  7. Stabilitas sejauh mana kegiatan organisasi menekankan
    dipertahankannya status quo sebagai lawan dari pertumbuhan atau
    inovasi.
    Masing-masing ciri tersebut dapat dinilai dalam sebuah rangkaian dari
    rendah sampai tinggi. Penilaian yang tinggi menunjukkan organisasi
    tersebut memiliki budaya yang kuat dan sebaliknya penilaian rendah
    menunjukkan budaya organisasi lemah.
    Dengan menilai ketujuh dimensi organisasi, orang akan mendapatkan
    gambaran yang majemuk mengenai budaya suatu organisasi. Ketujuh
    karakterisktik tersebut yang akan menyidik faktor-faktor yang
    disangka dan kemudian diyakini menjadi komponen dari konsep dasar
    yang akan diteliti