Definisi Iklim Inovatif


Psikolog terapan memahami iklim melalui pendekatan cognitive
scheme sedangkan sosiolog organisasi memahaminya melalui
pendekatan shared perception. Dua pendekatan ini mengakibatkan
perbedaan dalam mengonseptualisasikan iklim organisasi. Dari
perspektif cognitive scheme, iklim organisasi didefinisikan sebagai
representasi konstruktif individu atau skema kognitif pada
pengaturan organisasi mereka, yang mencerminkan representasi
psikologis terhadap lingkungan/situasi kerja di sekitarnya (Scott &
Bruce, 1994). Sedangkan pendekatan shared perception,
mendefinisikan iklim organisasi sebagai persepsi bersama anggota
mengenai praktik, prosedur, dan jenis perilaku yang dihargai dan
didukung dalam situasi tertentu (Schneider et al., 1998 dalam Van
der Vegt et al., 2005).
Menanggapi perbedaan itu, Isaksen (2007) berpendapat bahwa
kedua pendekatan tersebut pada prinsipnya kompatibel satu sama
lain dan karenanya tidak saling eksklusif. Menurutnya, iklim
memberi pengaruh pada proses organisasional dan psikologis,
sehingga berpengaruh pula pada kinerja individu dan organisasi pada
tahap selanjutnya. Iklim dalam organisasi, dialami dan dipahami
oleh anggota secara seragam, sehingga berdampak pada karakteristik
tertentu.
Dalam upaya memahami iklim inovatif, banyak hal telah
dilakukan oleh para ahli untuk mendekonstruksi konsep iklim
organisasi ke dalam dimensi-dimensi penyusun/subdomainnya.
Berdasarkan pada pendapat Reichers & Schneider (1983 dalam
Anderson & West, 1998), secara spesifik, iklim organisasi yang
relevan dalam konteks inovasi adalah iklim inovatif. Iklim inovatif
menggambarkan sejauh mana perusahaan mendukung perilaku
inovatif serta menghasilkan ide-ide baru (Kanter, 1983 dalam
Kanter, 1988).
Moolenaar et al. (2010) mendefinisikan iklim inovasi sebagai
persepsi bersama para anggota kelompok mengenai nilai, kebijakan,
prosedur, dan aturan yang mendorong tindakan pemunculan dan
pengimplementasian pengetahuan baru. Iklim inovatif adalah
persepsi anggota secara bersama mengenai praktik, prosedur, dan
perilaku yang mendorong penemuan, pengenalan, dan realisasi
gagasan baru (Van der Vegt, 2005). Praktik, prosedur, dan perilaku
ini mencakup dorongan dan dukungan atas pengembangan gagasan
baru, menantang cara-cara tradisional dalam melakukan sesuatu, dan
belajar dari orang lain, baik di dalam ataupun di luar organisasi.
Definisi lain mengatakan iklim inovasi organisasi sebagai satu set
persepsi anggota organisasi tentang lingkungan kerja yang
mendorong perilaku pengambilan risiko, mengalokasikan sumber
daya yang cukup dan spesifikasi pekerjaan yang menantang
pendekatan kreatif (Scott & Bruce, 1994)