Definisi Budaya Organisasi


Budaya organisasi terbentuk sebagai kerangka dasar yang terbentuk
oleh perusahaan ketika mereka belajar menangani tantangan adaptasi
eksternal dan internal perusahaan yang terjadi. Oleh karena itu, bagi
karyawan baru, pengajaran tentang budaya organisasi menjadi cara untuk
membentuk persepsi, pola pikir, dan emosi yang sesuai dengan situasi yang
dihadapi (Putri et al., 2022). Budaya organisasi merujuk pada keseluruhan
sistem nilai yang diterapkan oleh anggota organisasi, yang membedakan
organisasi tersebut dari organisasi lainnya (Cn, 2020). Menurut Simatupang
et al., (2020) budaya organisasi adalah karakteristik yang melekat pada
suatu organisasi, dimana perannya seringkali sangat mencolok. Budaya
organisasi membentuk sifat dan perilaku anggota organisasi dalam
menjalankan tugas mereka. Secara sederhana, budaya organisasi adalah
kumpulan asumsi dasar yang ditemukan, diterapkan, atau berkembang oleh
suatu kelompok melalui proses pembelajaran untuk menyelesaikan
tantangan adaptasi eksternal dan integrasi internal.
Menurut Muis et al., (2018), budaya organisasi dijelaskan sebagai
inti dalam menyelesaikan tantangan eksternal dan internal yang dihadapi,
yang dilakukan secara konsisten oleh suatu kelompok. Kemudian, pola
tersebut diwariskan kepada anggota-anggota baru sebagai panduan dalam
memahami, merenungkan, dan merespon masalah-masalah yang berkaitan
dengan konteks tersebut. Budaya organisasi merupakan rangkaian nilai
(values), norma (beliefs), dan asumsi (assumptions) yang disepakati, dan
dijalankan oleh anggota organisasi sebagai panduan dalam perilaku dan
penyelesaian masalah organisasional.
Budaya organisasi mencerminkan karakteristik khas suatu
organisasi serta memengaruhi cara karyawan dalam organisasi berinteraksi
dan bekerja sama (Syafitri et al., 2024). Budaya organisasi dianggap sebagai
pandangan bersama yang dipegang oleh karyawan perusahaan,
mencerminkan bagaimana mereka mempersepsikan dan meresapi
lingkungan kerja. Budaya organisasi dapat memengaruhi keterlibatan
karyawan dan tingkat kepuasan, serta berdampak pada kegiatan dan kinerja
seluruh karyawan. Budaya organisasi memiliki ciri-ciri seperti inisiatif
individu, toleransi terhadap risiko, arahan, integrasi, dukungan manajemen,
identitas, penghargaan, toleransi, dan komunikasi (Aldea et al., 2017). Ciri-
ciri budaya organisasi ini mengarahkan fokus organisasi pada hasil daripada
hanya pada proses, serta menentukan seberapa baik keputusan manajemen
dalam memperhitungkan dampak hasilnya pada individu di dalam
organisasi.
Budaya organisasi merupakan elemen kunci dalam sebuah
organisasi untuk mencapai tujuan secara optimal sesuai dengan harapan.
Setiap organisasi memiliki keunikan dalam cara dan implementasi budaya
organisasi mereka karena setiap organisasi memiliki karakteristiknya
sendiri. Menurut Yanuresta (2021), mengemukakan bahwa budaya
organisasi berperan sebagai kerangka kerja yang memandu perilaku dan
keputusan sehari-hari serta upaya pencapaian tujuan organisasi. Pentingnya
penanaman nilai-nilai budaya organisasi kepada anggota baru sejak awal
bergabung diorganisasi, salah satunya melalui proses sosialisasi. Tujuan
dari sosialisasi adalah memperkenalkan nilai-nilai budaya organisasi kepada
semua anggota, sehingga mereka dapat mengadaptasi perilaku sesuai
dengan budaya tersebut. Dalam hal tersebut, penting untuk menjaga
keseimbangan antara budaya organisasi dan sumber daya manusia dalam
organisasi agar mencapai tujuan organisasi dengan lancar