Job Crafting memiliki 3 kategori teknis dalam pelaksanaannya.
Merujuk pada Berg, Dutton, & Wrzesniewski (2013), 3 kategori tersebut
antara lain: a) Tugas, b) Relasional, dan c) Kognitif. Penjelasan masing-
masing kategori sebagai berikut:
- Tugas (Task Crafting)
Merupakan pengubahan beberapa tanggung jawab atau
kewajiban yang ditentukan dalam deskripsi pekerjaan awal.
Perubahan tersebut seperti menambah atau mengurangi tugas,
mengubah sifat tugas, mengubah waktu dan tenaga yag
dibutuhkan, serta menambah perhatian pada tugas lain yang
memungkinkan untuk dilakukan.
Berg, Grant, and Johnson (2010) dalam Berg, Dutton, &
Wrzesniewski (2013) menambahkan, tugas yang dilakukan
karyawan akan semakin bermakna dan meningkatkan motivasi
serta performa apabila melibatkan berbagai keterampilan (task
variety), mengetahui bagian-bagian yang membentuk pekerjaan
(task identity), dan berguna bagi orang lain (task significance).
Pada kategori ini, terdapat beberapa contoh tindakan yang
dapat dilakukan oleh karyawan, antara lain:
a. Adding Tasks
Melakukan tugas lain yang dapat mendukung tugas
utamanya. Sebagai contoh: Seorang guru yang menyukai
video akan melakukan proses mengajar dengan alat bantu
video. Meskipun bukan suatu keharusan, ia membuat atau
mencari video yang dapat membantu proses mengajarnya.
b. Emphasizing Tasks
Sedikit memiliki kesamaan dalam melakukan tugas
lain untuk mendukung tugas utama. Akan tetapi, tindakan
ini cenderung memperdalam apa yang telah dilakukan,
sehingga manfaat yang dihasilkan lebih banyak. Sebagai
contoh: Seorang kasir memberikan sedikit penjelasan
kepada konsumen tentang perawatan terhadap barang yang
baru saja dibeli. Kasir yang sebenarnya hanya bertugas
untuk melayani pembayaran barang, memberikan
penjelasan agar konsumen dapat memanfaatkan barang
secara maksimal.
c. Redesigning Tasks
Ketika penambahan dan perluasan tugas dianggap
susah untuk dilakukan, karyawan dapat mendesain ulang
pekerjaan mereka. Sebagai contoh: Seorang supervisi
penjualan melibatkan anak buahnya dalam menyusun
strategi promosi. Sebenarnya tugas tersebut hanya perlu
dilakukan oleh seorang supervisi, dan nantinya dilakukan
oleh anak buahnya. Akan tetapi ia melibatkan anak buah
agar memberi pembelajaran dan pengalaman bagi anak
buahnya dalam menyusun strategi promosi. - Relasi (Relational Crafting)
Merupakan pengubahan tentang bagaimana, kapan, dan
pada siapa saja karyawan dapat berinteraksi dengan orang lain
dalam melakukan pekerjaannya. Menurut Dutton & Haephy
(2003) dalam Berg, Dutton, & Wrzesniewski (2013), interaksi
positif antar karyawan dapat membentuk rasa saling percaya,
pandangan positif, dan vitalitas. Beberapa hal tersebut dapat
mendukung kemampuan adaptasi karyawan pada pekerjaan dan
karir (Ibarra, 2003), meningkatkan komitmen dan sikap kerja
(Chiabiru & Harrison, 2008), fungsi fisiologis yang lebih baik
(Heaphy & Dutton, 2008), dan pemulihan rasa sakit dari suatu
penderitaan yang dialami (Lilius, Worline, Maitlis, Kanov,
Dutton, & Frost, 2008)
