Bandura (1997) mengemukakan beberapa dimensi self-efficacy, yakni
sebagai berikut:
- Magnitude atau level yakni persepsi individu mengenai kemampuannya yang
diukur melalui tingkat kesulitan dengan berbagai macam kesulitan tugas.
Individu yang memiliki tingkat kesulitan tugas yang tinggi memiliki
kekyakinan bahwa dirinya mampu mengerjakan tugas-tugas yang sukar dan
juga memiliki self-efficacy yang tinggi, sedangkan individu dengan tingkat
kesulitan tugas yang rendah memiliki keyakinan bahwa dirinya hanya mampu
mengerjakan tugas-tugas yang mudah serta memiliki self-efficacy yang
rendah. - Generality, dimana individu menilai keyakinan mereka berada pada tingkat
kesulitan tugas tertentu dalam arti luas individu mempunyai keyakinan dalam
melaksanakan tugas-tugas. Generalisasi memiliki perbedaan dimensi yang
bervariasi yaitu intensitas kesamaan aktivitas, kemampuan yang ditunjukkan
dengan tingkah laku, kognitif, afektif. Menggambarkan secara nyata
mengenai situasi dan karakteristik perilaku individu yang ditunjukkan.
Penilaian ini berkaitan dengan perilaku dan konteks situasi yang
mengungkapkan keyakinan individu terhadap keberhasilan mereka. - Strength, berkaitan dengan kuat-lemahnya keyakinan seorang individu.
Individu yang memiliki keyakinan yang kuat akan bertahan dengan usaha
mereka meskipun ada banyak kesulitan dan hambatan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa self-efficacy
merupakan suatu keyakinan atas kemampuan yang dimiliki individu dalam
menghadapi setiap kesulitan untuk mencapai tujuan sesuai dengan situasi tertentu.
Keyakinan tersebut dibagi lagi kedalam 3 dimensi yakni magnitude, generality,
dan strength sehingga akan mempengaruhi cara individu dalam berinteraksi
terhadap situasi yang menekan
