Indikator Kepuasan Kerja
Menurut kartika et al., (2018) terdapat beberapa indikator dalam kepuasan kerja
yaitu :

  1. Upah
    Upah diartikan sebagai imbalan keuangan yang diterima karyawan seperti
    honor, premi, bonus, atau tunjangan keuangan lainnya. Jika upah yang
    diberikan sesuai dengan yang diinginkan karyawan, maka upah dapat
    memberikan kepuasan tersendiri bagi karyawan tersebut. Karyawan
    mengharapkan imbalan keuangan yang diterima sesuai dengan tanggung
    jawab, pengalaman, kecakapan ataupun senioritas. Apabila kebutuhan akan
    upah terpenuhi, maka karyawan akan memperoleh kepuasan dari apa yang
    karyawan harapkan.
  2. Perlakuan Atasan
    Setiap karyawan tentunya ingin diperlakukan secara adil. Untuk dapat
    menciptakan persepsi yang sama antara atasan dengan bawahan mengenai
    makna adil yang sesungguhnya, perlu diadakan komunikasi yang terbuka
    antar keduanya. Apabila atasan menghargai karyawan dengan baik, maka
    karyawan dapat merasa pekerjaannya dihargai selama bekerja di perusahaan
    tersebut. Pada umumnya, karyawan lebih suka mempunyai supervisi yang
    adil, terbuka dan mau bekerja sama dengan bawahan.
  3. Kondisi Lingkungan Kerja
    Setiap karyawan akan mudah dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaan
    bila merasa bahwa lingkungan kerjanya tenang, bersih, dan menyenangkan.
    Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi
    maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas.
  4. Promosi
    Para karyawan menginginkan agar hasil karyanya dihargai. Dalam era
    manajemen modern, promosi telah dianggap sebagai imbalan yang cukup
    efektif untuk meningkatkan moral pekerja dan mempertinggi loyalitas
    terhadap organisasi. Selain itu, promosi berfungsi sebagai perangsang bagi
    karyawan yang memiliki ambisi dan prestasi kerja tinggi. Dengan demikian,
    usaha-usaha menciptakan kepuasan atau komponen promosi dapat
    mendorong karyawan untuk berprestasi lebih baik di masa-masa yang akan
    datang. Hal ini bertujuan agar karyawan merasa termotivasi dalam bekerja
    dan akan selalu bekerja dengan giat. Sebaliknya, apabila tidak ada
    kesempatan untuk dipromosikan maka karyawan dapat merasa jenuh dan
    keluar dari perusahaan.
  5. Rekan Kerja
    Kebanyakan karyawan juga membutuhkan interaksi sosial dalam bekerja.
    Oleh karena itu, kepuasan kerja juga dapat tercapai bila mempunyai rekan
    kerja yang ramah dan mendukung. Karyawan yang merasa tidak nyaman
    dengan rekan kerjanya akan berpengaruh terhadap pekerjaan yang
    dilakukan dan bisa menghambat gairah kerja. Hal ini dapat diatasi melalui
    komunikasi dua arah secara timbal balik