Indikator Kepuasan Kerja
Menurut kartika et al., (2018) terdapat beberapa indikator dalam kepuasan kerja
yaitu :
- Upah
Upah diartikan sebagai imbalan keuangan yang diterima karyawan seperti
honor, premi, bonus, atau tunjangan keuangan lainnya. Jika upah yang
diberikan sesuai dengan yang diinginkan karyawan, maka upah dapat
memberikan kepuasan tersendiri bagi karyawan tersebut. Karyawan
mengharapkan imbalan keuangan yang diterima sesuai dengan tanggung
jawab, pengalaman, kecakapan ataupun senioritas. Apabila kebutuhan akan
upah terpenuhi, maka karyawan akan memperoleh kepuasan dari apa yang
karyawan harapkan. - Perlakuan Atasan
Setiap karyawan tentunya ingin diperlakukan secara adil. Untuk dapat
menciptakan persepsi yang sama antara atasan dengan bawahan mengenai
makna adil yang sesungguhnya, perlu diadakan komunikasi yang terbuka
antar keduanya. Apabila atasan menghargai karyawan dengan baik, maka
karyawan dapat merasa pekerjaannya dihargai selama bekerja di perusahaan
tersebut. Pada umumnya, karyawan lebih suka mempunyai supervisi yang
adil, terbuka dan mau bekerja sama dengan bawahan. - Kondisi Lingkungan Kerja
Setiap karyawan akan mudah dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaan
bila merasa bahwa lingkungan kerjanya tenang, bersih, dan menyenangkan.
Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi
maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas. - Promosi
Para karyawan menginginkan agar hasil karyanya dihargai. Dalam era
manajemen modern, promosi telah dianggap sebagai imbalan yang cukup
efektif untuk meningkatkan moral pekerja dan mempertinggi loyalitas
terhadap organisasi. Selain itu, promosi berfungsi sebagai perangsang bagi
karyawan yang memiliki ambisi dan prestasi kerja tinggi. Dengan demikian,
usaha-usaha menciptakan kepuasan atau komponen promosi dapat
mendorong karyawan untuk berprestasi lebih baik di masa-masa yang akan
datang. Hal ini bertujuan agar karyawan merasa termotivasi dalam bekerja
dan akan selalu bekerja dengan giat. Sebaliknya, apabila tidak ada
kesempatan untuk dipromosikan maka karyawan dapat merasa jenuh dan
keluar dari perusahaan. - Rekan Kerja
Kebanyakan karyawan juga membutuhkan interaksi sosial dalam bekerja.
Oleh karena itu, kepuasan kerja juga dapat tercapai bila mempunyai rekan
kerja yang ramah dan mendukung. Karyawan yang merasa tidak nyaman
dengan rekan kerjanya akan berpengaruh terhadap pekerjaan yang
dilakukan dan bisa menghambat gairah kerja. Hal ini dapat diatasi melalui
komunikasi dua arah secara timbal balik
