Motif rasional adalah menurut pikiran yang sehat, patut, dan layak.
Motivasi yang berdasarkan rasional akan menentukan pilihan terhadap
suatu produk dengan memikirkan secara matang serta dipertimbangkan
terlebih dahulu untuk membeli produk tersebut. Kecenderungan yang akan
dirasakan oleh konsumen terhadap produk tersebut sangat puas.
Sedangkan motif emosional adalah motif yang dipengaruhi oleh perasaan.
Konsumen terkesan buru-buru untuk membeli produk tersebut dengan
tidak mempertimbangkan kemungkinan yang akan terjadi untuk jangka
panjang (Setiadi, 2010).
Menurut Sciffman and Kanuk (2008) menyatakan bahwa motif
rasional terjadi karena konsumen memilih berdasarkan pada kriteria
obyektif seperti ukuran, berat, dan harga. Sedangkan motif emosional
terjadi karena pengonsumsi memilih berdasarkan kriteria subyektif atau
personal seperti harga dir, status, atau rasa takut. Mason and Rath (1995)
mendefinisikan motif rasional adalah motif yang berdasarkan pada logika
dari pengonsumsi seperti kualitas, dapat diandalkan, ekonomis, tahan
lama, keuntungan finansial dan efisiensi. Sedangkan motif emosional
berdasarkan pada gengsi, pengakuan popularitas, perasaan seseorang, dan
emosi seperti penampilan, petualangan, romantis, rasa takut, dan insting.
Menurut Anderson (1991) dalam Sciffman and Kanuk (2008) motif
rasional berdasarkan pada keinginan atau hasrat untuk menghemat waktu
dan uang, meningkatkan keuntungan finansial, mendapat kualitas jasa,
jaminan tahan lama dan kepastiaan keamanan. Contoh produk yang
memiliki motif rasional seperti asuransi, real estate, pendidikan dan lain-
lain. Motif emosional berdasar hasrat untuk mencari kesenangan,
kenyamanan, persetujuaan sosial, status atau romantisme. Contoh produk
yang memiliki motif emosianal adalah parfum, klub kesehatan, kosmetik,
mobil sport, dan lain-lain
