Kredibilitas Influencer


Kredibilitas (Kredibility) memiliki makna yang cukup luas, namun
kata tersebut biasanya digunakan untuk seseorang yang bisa dipercaya dan
memiliki tanggung jawab. Menurut Shimp (2014) kredibilitas adalah hal
yang mengacu kepada kepercayaan terhadap seseorang. Sedangkan
menurut Aristoteles, kredibilitas adalah komunikator yang memiliki
kekuatan dari karakter pribadinya, sehingga mampu mengendalikan emosi
pendengarnya. Sehingga dari penjelasan para ahli diatas dapat disimpulkan
bahwa kredibilitas adalah persepsi seseorang yang berasal dari sifat-sifat
yang melekat pada orang tersebut.
Menurut Shimp (2014) Influencer merupakan seseorang yang
perkataanya dapat mempengaruhi orang lain. Seorang influencer tidak
hanya harus selebriti, tetapi orang biasa pun dapat dikatakan sebagai
influencer jika orang tersebut memiliki pengikut yang banyak dan
perkataanya dapat mempengaruhi orang lain. Andapun alasan influencer
digunakan oleh perusahaan adalah untuk meningkatkan awareness,
mengedukasi target penjualan, meningkatkan followers dan tentunya untuk
meningkatkan penjualan. Menurut Jin dan Phua (2014) Jumlah pengikut
yang tinggi menyiratkan bahwa banyak orang yang tertarik pada akun
tertentu, misalnya mereka yang berlangganan pembaruannya. Orang-orang
juga mengandalkan syarat ini untuk menilai popularitas seseorang
pengguna yang dianggap lebih menarik, ekstrovet, dapat dipercaya, mudah
didekati dan memiliki karakteristik yang diinginkan secara sosial. Dengan
demikian tampaknya masuk akal bahwa konsumen melihat influencer
sebagai sumber yang berharga atas informasi yang disampaikan. Namun
sebaliknya hasil dari fakta, menunjukan bahwa konsumen melihat
influencer sebagai sumber yang berharga atas informasi yang disampaikan
bukan hanya sekedar memanfaatkan kepopularitasnya saja. Andapun
tujuan umum influencer sebagai berikut:

  1. To Inform
    Tujuan umum pertama influencer adalah untuk memberitahu dan
    membantu audiens untuk memperoleh suatu informasi yang belum
    dimiliki.
  2. To Persuade
    Tujuan umum kedua influencer adalah membujuk, maka pembicara
    akan berusaha untuk membuat audiens menerima sudut pandangnya
    atau meminta untuk mengadopsi perasaan dan perilakunya.
  3. To Entertain
    Tujuan umum ketiga influencer adalah menghibur, konten iklan yang
    informatif dan persuasif difokuskan pada hasil akhir dari proses
    periklanan, sementara hiburan difokuskan pada kesempatan untuk
    menarik perhatian audiens dengan penampilanya dalam
    menyampaikan suatu informasi.
    Berdasarkan penelitian Menurut Shimp (2014) menjelaskan bahwa
    kredibilitas influencer terdiri atas 3 dimensi yaitu trustworthiness
    (kepercayaan), expertise (keahlian), dan attractiveness (daya tarik).
  4. Trustworthiness (Kepercayaan)
    Kepercayaan adalah sifat dipercayanya sumber oleh audiens, dimana hal
    ini memberitahukan sejauh mana penerima pesan memandang sumber
    terkait hal kejujuran, ketulusan, atau keberanian (AlFarraj et al.,
    2021). Kepercayaan mengacu pada tingkat kepercayaan selebriti tentang
    merek, integritas dan kejujuran yang dirasakan konsumen (Sukarno,
    Ahmad, & Mastina, 2022). Konsumen memiliki standart dan harapan
    tersendiri terhadap suatu produk yang harus dipenuhi, sehingga
    kepercayaan adalah kepercayaan pada merek konsumen terhadap suatu
    produk tersebut (Nisa, 2019). Dapat disimpulkan bahwa kepercayaan
    adalah kemampuan yang menunjukan kejujuran, integritas dan
    kepercayaan dalam menyampaikan informasi.
  5. Expertise (Keahlian)
    Keahlian adalah keahlian sumber dalam memberikan kualifikasi dan
    pengetahuan dalam membuat penilaian terkait suatu topik/subjek juga
    dapat mengarah ke pengalaman yang terlihat dimiliki sumber (AlFarraj et
    al., 2021). Keahlian mengukur sejauh mana selebriti dianggap
    berpengetahuan luas, terampil, dan akrab untuk mempengaruhi orang-
    orang untuk melihat suatu produk (Sukarno et al. 2022). Influencer
    dianggap sebagai keahlian pada bidang tertentu, menghasilkan dukungan
    merek yang lebih tinggi dari pada seorang influencer tanpa keahlian (Ha
    & Lam, 2017). Dapat disimpulkan bahwa keahlian adalah pengetahuan
    yang dimiliki oleh seorang influencer akan merek yang sedang
    diiklankan.
  6. Attractiveness (Daya Tarik Fisik)
    Dimensi daya tarik menunjukan daya tarik mengenai fisik atau sifat
    disenangi sebagai sumber penyampaian informasi (AlFarraj et al, 2021).
    Daya tarik berkaitan dengan penampilan seperti kecantikan atau
    keanggunan, penggunaan pakaian dan aksesoris (Sukarno et al.,2022).
    Seorang selebriti dapat menarik karena dia telah membangun citra popular
    dikalangan masyarakat. Daya tarik cenderung meningkatkan persuasi
    terhadap pelanggan karena mereka ingin menjadi seperti selebriti (Ha &
    Lam, 2019). Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
    daya tarik adalah daya tarik fisik ditransmisikan melalui seseorang yang
    dapat ditunjukan melalui penampilan, keanggunan, dan kecantikan wajah