Definisi FoMO (Fear of Missing Out)


Menurut Pryzbylski, Murayama, DeeHaan, dan Gladwell dalam (Darilsyah
Mahmud et al.,2023) menyatakan bahwa FoMO (Fear of Missing Out) adalah
mencerminkan ketakutan individu terhadap terputusnya dari peristiwa terkini dan
keinginan yang kuat untuk tetap terhubung dengan orang lain melalui media
sosial dan saluran komunikasi lainnya. Fenomena ini menggambarkan bagaimana
media sosial dapat menjadi alat yang kuat dalam mempertahankan dan
memperluas jaringan sosial, serta memenuhi kebutuhan akan interaksi dan
informasi yang terkini bagi penggunanya.
Menurut San et al., (2019) Fear of Missing Out (FoMO) adalah strategi
yang sering digunakan dalam e-commerce karena urgensi dan dampak hilangnya
sesuatu yang besar dalam mempengaruhi keputusan orang. Fear of missing out
juga merupakan istilah yang biasa digunakan kalangan muda untuk menyebut pola
perilaku yang selalu merasa khawatir berlebihan dan merasakan ketakutan akan
tertinggal tren pergaulan yang terkini.
Menurut Lutz dalam (M Arib Daffa Hisbullah et al., 2023) menyatakan
fear of missing out adalah seseorang yang mengalami ketertarikan untuk membeli
produk atau layanan karena khawatir akan kehilangan kesempatan atau
pengalaman yang sedang populer dan diminati oleh orang lain. Fenomena ini
dapat mendorong seseorang untuk mengambil keputusan pembelian, meskipun
sebenarnya produk atau layanan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan atau
keinginan pribadi mereka. Hal ini menunjukkan bagaimana FoMO dapat
memengaruhi perilaku konsumen di era digital, di mana pengaruh dari media
sosial dan tren menjadi faktor yang signifikan dalam proses pembelian tersebut
sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan atau keinginan pribadi mereka.
Meurut Suhartini dan Dwi Maharani (2023) Fear of Missing Out (FoMO)
adalah istilah yang menggambarkan rasa takut kehilangan kesempatan untuk
mengalami suatu kegiatan atau memiliki sesuatu yang dikira penting bagi
individu. Dalam dunia pemasaran, FoMO dapat memainkan peran penting dalam
memengaruhi perilaku konsumen dalam membuat keputusan pembelian.
Meurut Beneke dalam (Darilsyah Mahmud et al.,2023) menyatakan fear of
missing out adalah konsumen yang cenderung mengalami kesulitan dalam
memilih satu pilihan karena mereka ingin mencoba semua pilihan yang tersedia.
Hal menciptakan dorongan untuk terlibat secara lebih luas dan eksploratif dalam
berbagai kesempatan yang ada, karena ada rasa kekhawatiran bahwa memilih satu
pilihan akan menghilangkan kesempatan untuk mengalami atau memiliki yang
lainnya