Menurut Luthans (2011) bahwa kepuasan kerja memiliki
beberapa dimensi, yaitu :
- Pekerjaan itu sendiri
Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan
pastinya memerlukan keterampilan yang di milikinya
sekaligus merasa bahwa keahliannya dibutuhkan dalam
pekerjaan tersebut atau tidak. Jika karyawan merasa bahwa
pekerjaan yang dilakukan itu menarik, maka karyawan akan
merasa termotivasi dalam melakukan pekerjaan dan puas
terhadap pekerjaan tersebut. - Gaji
Karyawan menganggap bahwa gaji adalah bagaimana
manajemen di dalam organisasi memandang kontribusi
mereka selama melakukan pekerjaan. Karyawan yang telah
melakukan pekerjaan pasti mendapatkan gaji yang
dihasilkan dari jerih payahnya, sehingga gaji yang diterima
oleh karyawan harus bersifat adil karena mempengaruhi
kepuasan kerja dalam diri karyawan. - Promosi
Promosi merupakan suatu penghargaan yaitu proses
kenaikan jabatan dari satu jabatan ke jabatan yang lebih
tinggi. Karyawan yang di promosikan akan memiliki porsi
lebih tinggi dalam menjalankan tugas, tanggung jawab, serta
wewenangnya. Hal tersebut mendorong karyawan untuk
lebih maju dan lebih semangat dalam bekerja. - Pengawasan
Seorang atasan dalam melakukan pengawasan terhadap
karyawan bisa dengan cara memberikan kepedulian melalui
komunikasi dengan karyawan, memeriksa kinerja karyawan,
memberikan nasihat serta bantuan kepada karyawan secara
individu. Jika suara karyawan dianggap dalam proses
pengambilan keputusan maka karyawan akan merasa di
perhatikan dan dihargai. - Kelompok Kerja
Jika dalam perusahaan memiliki rekan kerja yang
peduli, ramah, mampu diajak dalam bekerja sama maka hal
tersebut sekaligus menjadi sumber dukungan satu sama lain,
kenyamanan, dan dapat memberikan bantuan antar anggota.
Hal tersebut sangat mempengaruhi karyawan dalam
kepuasan bekerja karena menimbulkan rasa senang dalam
diri karyawan serta memudahkan dalam bekerja. Namun
sebaliknya, jika di dalam perusahaan memiliki rekan kerja
yang buruk maka akan menurunkan kualitas kerja karyawan
sehingga kepuasan kerja akan menurun. - Kondisi kerja
Pengaruh kondisi kerja kurang lebih sama dengan
kelompok kerja, jika kondisi kerja memiliki lingkungan
yang bersih, rapi serta menarik maka karyawan akan merasa
lebih semangat dan mudah dalam menyelesaikan
pekerjaannya. Sebaliknya, jika kondisi kerja memiliki
lingkungan yang kotor, panas, berisik maka karyawan akan
merasa lebih sulit dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Menurut Crow et al (2012) bahwa kepuasan kerja
memiliki beberapa indikator, yaitu : - Puas dengan pekerjaan
Jika seorang karyawan melakukan pekerjaan sesuai
dengan kemampuan yang dimilikinya lalu memberikan hasil
yang baik untuk organisasi maka karyawan akan merasa
puas dengan pekerjaannya tersebut. - Menyukai pekerjaan yang dilakukan
Karyawan yang dapat melakukan pekerjaan sesuai
dengan kemampuannya maka ia dapat menyalurkan
kemampuannya tersebut untuk organisasi, serta memiliki
lingkungan yang mendukung maka karyawan tersebut akan
menyukai pekerjaan yang dilakukan. - Menghabiskan waktu untuk bekerja keras
Jika karyawan merasa puas dengan pekerjaan yang
dilakukan berarti karyawan tersebut senang dalam
melakukan pekerjaannya serta merasa nyaman, sehingga
mampu menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan
pekerjannya. - Dihargai dalam pekerjaan
Karyawan yang merasa telah melakukan pekerjaannya
dengan baik maka akan senang jika dihargai oleh rekan
kerja maupun atasan organisasi tersebut. - Proaktif dalam bekerja
Karyawan yang merasa senang dengan pekerjaannya
maka akan berinisiatif untuk memberikan pengaruh yang
baik dalam organisasinya, serta ingin mencapai tujuan
organisasi sehingga karyawan tersebut merasa puas. - Pekerjaan merupakan hal yang penting
Jika seorang karyawan merasa puas dan nyaman dengan
pekerjaannya maka ia berpikir bahwa pekerjaan yang ia
miliki sangat penting bagi hidupnya.
