Hubungan Keterikatan Kerja dan Self-Control


Self-Control adalah kemampuan untuk mengatur, mengarahkan, dan
mengatur emosi serta mengarahkan perilaku yang dapat mengarah pada
tindakan positif.Self-Control berkaitan dengan cara individu mengontrol
emosi dan impuls dari dalam. Setiap individu dalam menjalankan aktivitas
sehari-harinya tak terlepas dari Self-Control untuk perencanaan, penyelesaian
masalah, dan juga mengambil keputusan.
Keterikatan kerja merupakan keadaan berpikir positif, memuaskan, dan
bekerja dengan kekuatan, dedikasi, dan juga penyerapan/ keasikan dalam
pekerjaan.Keterikatan kerja juga menunjukkan sejauh mana karyawan
berkomitmen, berdedikasi, dan setia terhadap organisasi, pekerjaan dan juga
rekan kerjanya (Matondang, 2018, p. 23).
Bakker,Schaufeli, & Taris (2002) menyusun konsep keterikatan kerja
dari tiga aspek yaitu semangat, dedikasi, dan penyerapan terhadap pekerjaan.
Semangat adalah individu yang mempunyai energi, ketahanan, kemauan, tidak
mudah lelah, dan tekun dalam menghadapi kesulitan yang tinggi.Sementara
dedikasi merupakan perasaan bahwa pekerjaannya merupakan hal yang
penting bagi dirinya, perasaan antusias, bangga dengan pekerjaannya sehingga
munculnya inspirasi yang berasal dari pekerjaannya, sehingga individu
tersebut merasa tertantang untuk menyelesaikan pekerjaannya.Kemudian,
penyerapan terhadap pekerjaan adalah individu yang benar-benar mendalami
pekerjaannya dengan senang hati dan memiliki kesulitan untuk memisahkan
diri dari pekerjaannya sehingga mereka merasa waktu berlalu dengan cepat
dan tidak menghiraukan hal-hal yang ada disekitarnya (Rullyi, 2012, p.
121).Dari ketiga aspek diatas dapat disimpulkan bahwa keterikatan kerja
memiliki stabilitas atau vitalitas yang tinggi, yang dapat membuat seseorang
bekerja keras, tidak lelah, bersemangat dalam bekerja, dan menganggap
bahwa pekerjaannya penting dan mau bekerja.Mereka merasa waktu berlalu
dengan cepat di tempat kerja.
Keterikatan kerja dan Self-Control memiliki keterikatan satu dengan
yang lainnya karena keduanya sama-sama merujuk pada pengelolaan yang
didasarkan pada prinsip atau tujuan atas setiap fisik, kognitif, efektif.
Self-Control yang merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki
karyawan dimana dapat meyusun, membimbing, mengatur emosi dan
mengarahkan perilaku yang dapat membawa ke arah tindakan yang
positif.Self-Control berkaitan dengan bagaimana individu mengendalikan
emosi serta dorongan-dorongan dari dalam dirinya, dan setiap individu dalam
menjalankan aktivitas sehari-harinya tak lepas dari Self-Control untuk
perencanaan, penyelesaian masalah, dan pengambilan keputusan