Aspek-aspek keterikatan kerja


a. Vigor
Merupakan curahan energi dan mental yang kuat selama bekerja,
keberanian untuk berusaha sekuat tenaga dalam menyelesaikan suatu
pekerjaan, dan tekun dalam menghadapi kesulitan kerja, juga memiliki
kemauan untuk menginvestasikan segala upaya dalam suatu pekerjaan, dan
tetap bertahan meskipun menghadapi kesulitan.
b. Dedication
Merasa terlibat sangat kuat dalam suatu pekerjaan dan mengalami
rasa kebermaknaan, antusiasme, kebanggaan, inspirasi dan tantangan
c. Absorption
Karyawan selalu penuh konsentrasi dan serius terhadap suatu
pekerjaan. Pada saat bekerja, waktu menjadi terasa berlalu begitu cepat dan
menemukan kesulitan dalam memisahkan diri dengan pekerjaan.
Macey dan Schneider (2009:49) menjelaskan dua aspek pembentuk
work engagement, yaitu sebagai berikut:
a. Work engagement sebagai energi psikis
Karyawan merasakan pengalaman puncak dengan berada di dalam
pekerjaan dan arus yang terdapat di dalamnya. Karyawan menerapkan
energi psikis lebih pada tugas tertentu berfokus secara intensif dan
menghabiskan sedikit energi untuk fokus di tempat lain, benarbenar fokus
pada tugas yang ada.
b. Work Engagement sebagai energi tingkah laku, bagaimana work
engagement terlihat oleh orang lain. Work engagement terlihat oleh orang
lain dalam bentuk tingkah laku yang berupa hasil. Tingkah laku yang
terlihat dalam pekerjaan berupa:
1) Karyawan akan berpikir dan bekerja secara proaktif, akan mengantisipasi
kesempatan untuk mengambil tindakan dan akan mengambil tindakan
dengan cara yang sesuai dengan tujuan organisasi.
2) Karyawan yang engaged tidak terikat dengan job description, karyawan
fokus pada tujuan dan mencoba untuk mencapai cara konsisten mengenai
kesuksesan organisasi.
3) Karyawan secara aktif mencari jalan untuk dapat memperluas
kemampuan yang dimiliki dengan jalan yang sesuai dengan visi dan misi
perusahaan.
4) Karyawan pantang menyerah walau dihadapkan dengan rintangan atau
situasi yang membingungkan